Menjadi Guru Kanan Penuh Kesan

No comment 175 views

Percayakah anda, kalau para pakar memprediksi bahwa masa depan ada di genggaman orang-orang kanan? Jika anda turut ambil bagian dengan  menjadi guru kanan, maka masa depan  itu salah satunya adalah anda yang menggenggamnya.

Dalam orientasi penggunaan otak, guru masuk kategori profesi yang berorientasi otak kiri. Kecenderungan otak kiri itu lebih mendekati pada sikap kaku, struktural, introvert, dan cenderung tidak bisa luwes. Sungguh, satu hal yang bertentangan dengan guru yang banyak didambakan jutaan siswa di belahan dunia manapun.

Di sekitar kita masih banyak ditemukan guru-guru terjebak pada kekakuan dan kejumudan mind set. Salah satu kejumudan pola pikir yang menggejala guru-guru adalah masih banyak ditemukan mengenai orientasi mengajar mereka yang penting mengajar. Mereka seakan meremehkan tanggung jawab yang begitu besar yang ditujukan kepada guru. Mengajar hanya asal masuk, tanpa perencanaan, tanpa persiapan. Sudah begitu di kelas seperti tak bertujuan. Tak mampu mengendalikan murid. Lebih banyak menekan, daripada menghibur.

Seorang guru kreatif akan mengubah sudah semestinya mengubah pola pikir yang penting mengajar itu menjadi mengajar yang penting, bisa membaca potensi anak, selalu memperhatikan perkembangan anak, dan mengemas pengajaran menjadi menyenangkan, bahkan untuk pelajaran yang sering dianggap sulit sekalipun.

Sejatinya tak ada metode yang bagus dalam mengajar, yang bagus adalah cara guru menyampaikan. Apapun metodenya jika penyampaian guru bagus, itulah belajar yang sesungguhnya.

Penting sekali untuk dipahamkan agar jangan sekali-kali meremehkan kemampuan murid selambat apapun mereka dalam memahami pelajaran. Jika sampai sekarang masih ada guru yang menganggap remeh kemampuan muridnya, itu tidak lain tidak bukan merupakan satu bentuk kegagalannya dalam mendidik, sebab kita tahu, tugas guru itu memahamkan sebuah pelajaran dengan semenarik mungkin agar lekas-lekas nangkep di otak murid. Syukur-syukur bertahan selamanya.

Pada dasarnya materi yang para guru sampaikan sebagian besar adalah materi yang sangat berorientasi sangat kiri, kering, kaku, dan serba lurus, maka untuk mengubah itu semua hanya perlu sentuhan kreatif yang bisa membuat materi yang kaku menjadi luwes, yang susah menjadi mudah, yang beku menjadi cair.

B’right Teacher adalah sebuah buku yang merekam jejak perjalanan kreatif penulisnya dalam merenungi potensi guru. Buku tersebut memaparkan bagaimana seharusnya menjadi guru kreatif dan menyenangkan dengan memaksimalkan penggunaan otak kanan. Otak kanan sebagaimana jamak  diketahui adalah biangnya kreativitas. Ia mampu memudahkan sebuah pelajaran yang mungkin dirasa sulit.

Dengan bahasa yang renyah dan ramah, Ali Irfan mengajak para guru untuk mampu mencerahkan (bright) dan menciptakan kreativitas dan inovasi saat mengajar (right).

Meski dalam klasifikasi dominasi otak, guru dominan kiri, tapi melalui buku ini tak ada salahnya jika para guru dan profesi sejenisnya sedikit demi sedikit memolesinya dengan kreativitas, dan perlahan bergeser menjadi guru kanan.

Jika anda adalah guru yang ingin selalu tampil “kanan” dan menganankan siswanya, B’right Teacher adalah bacaan tepat bagi anda. Buku karya Ali Irfan ini membedah semua potensi dan kreativitas anak yang masih tersembunyi sekalipun.

TENTANG BUKU B’right Teacher

  • Guru otak kanan. Guru penuh kesan. Itulah Ali Irfan. Buku yang sungguh penuh kejutan dan menyenangkan. Jika anda seorang guru yang ingin menjadi professional, bacalah buku ini! (Afifah Afra,Pegiat Perbukuan, penulis lebih dari 50 judul buku)
  • Guru profesional ibarat seorang koki. Ia mampu menyajikan masakan dengan beraneka ragam rasa sesuai selera pelanggan. Koki yang cerdas mampu berinovasi dan berimprovisasi dalam setiap menu masakan sehingga para siswa selalu berselera dengan menu apapun yang disajikan sang koki. (Wiyarso, S.Ag (Ketua JSIT Korda Pekalongan)
  • Subhanallah, saatnya negeri ini kembali meraih kejayaan semakin terbuka. Insya Allah saat guru-guru Indonesia menjadi guru yang benar dengan mengoptimalkan otak kanan selain kirinya (Right Teacher), jadilah ia sebagai cahaya yang menyinari (Bright teacher). Ini yang sangat menarik dari Buku B’right Teacher Mas Ali. Selain tema yang benar-benar dinantikan, juga penyajiannya yang sederhana, kocak, dan full right, full creative. Buku wajib bagi guru-guru berhati cahaya.(Gusni Darojatun, M. Pd Guru Berprestasi  Prov. Jawa Tengah Tahun 2006 dan 2008)
  • “Baru membaca judulnya saja, “B’right Teacher” sudah membuat otak kanan saya berdenyut-denyut dengan seabrek imajinasi. Sebagai seorang pengajar yang ingin selalu tampil “kanan” dan meng”kanan”kan siswanya buku ini bisa membedah semua potensi dan kreativitas anak yang sejauh ini agaknya terkungkung. Sebab, tantangan guru saat ini bukan lagi sekedar bisa membuat siswanya menjadi “penurut”, tapi menciptakan siswanya menjadi “penemu”. Maka jangan mengeluh jika anda menemui kelas yang brutal dan ramai, karena menyenangkan itu ketika kita berhasil mengajar di “keramaian” dan kelas yang bising. Right?” (Anis Sukma Nurani (Guru Seni Rupa SMA 4 Kota Tegal)
  • “B’right Teacher, inspirasi segar bagi para guru sejati. Baca dan jadilah guru yang mencerahkan dunia!” (Rahman Hanifan, Penulis, Waka Kurikulum SDIT BuahHatiPemalang)
  • “B’right Teacher membuat hati & pikiran benar-benar tercerahkan untuk semangat dalam transfering knowledge. Wajib dibaca bagi pelaku dunia pendidikan.” (Ali Amrizal (Pengelola Sekolah Jenius, Sang Bintang School Cirebon)

  “Profesi guru memang bukan profesi mudah. Semoga kelak dari buku ini akan muncul jutaan guru profesional yang benar-benar guru bukan seperti kebanyakan yang terjadi saat ini dimana profesi guru jadi profesi alternatif (pelarian) atau pun banyak yang ingin jadi guru setelah adanya sertifikasi.” ( Endirah Ekaningrum  Pengiat Rumah Baca Asma Nadia Tegal)

  • “Setiap kita adalah guru; untuk anak kita, teman, saudara, bahkan untuk lingkungan sekitar. Maka menjadilah guru yang arif, yang bisa menjadikan segala sesuatu adalah media pembelajaran menuju terciptanya kualitas kita sebagai guru dan kualitas ‘murid-murid’ kita. Buku ini mengajak kita untuk melakukan itu. Ali Irfan membagikan pengalamannya sebagai guru yang menambah manis inspirasi yg bisa kita ambil. Selamat membaca dan selamat menjadi guru peradaban. (Rianna Wati Waluyandi Dosen Sastra Universitas Negeri Surakarta)
  • “Guru memiliki  pekerjaan yang luar biasa kerena ia menyampaikan ilmu yang dimilikinya kepada murid-murid. Pekerjaan luar biasa ini akan memiliki nilai plus di Mata Tuhan apabila ilmunya bermanfaat. yang artinya, dapat diterima, diterapkan, dipraktekkan, dan, bisa mengubah gelap menjadi terang, sehingga statementhanya dengan ilmu seseorang bisa mengubah keadaan’, terbukti! Bagaimana cara supaya ilmunya bermanfaat ketika sampai kepada murid… B’right Teachers yang akan menjawabnya.”  (Nening S Mahendra, Pengarang dan Penulis)
  • “Saya membaca buku karya anda, apresiasi positif dengan pemakaian kata yang renyah dan friendly membuat buku ini  mudah dicerna oleh kaum guru yang mau jadi perfeksionis” ( SMS dari Pembaca B’right Teacher)
  • Bukunya bagus banget. Jadi ingen cepat-cepat mengaplikasikannya saat jd guru nanti. Bukunya pun membantu saat ada MK Etika Profesi Keguruan(Anita Julita Alisjahbana (Mahasiswa IAIN Syeikh Nur Jati Cirebon)
author
No Response

Leave a reply "Menjadi Guru Kanan Penuh Kesan"