Untuk Para Arsitek Peradaban Masa Depan

No comment 149 views

 Oleh: Wiyarso

Miris mendengar berbagai pemberitaan seputar para pelajar negeri tercinta ini tentang kasus tawuran pelajar yang berujung kematian,  maraknya kasus a susila, menyalahgunaan obat-obat terlarang, hilangnya sportifitas dalam ujian sampai kasus pelacehan sexual membuat wajah  dunia pendidkan kita merana. Kemanakah arah dan warna pendidikan kita sesungguhnya. Pemerintah berupaya keras mengadakan  perbaikan-perbaikan dikurikulum pendidikan kita. Tapi sayang mind-set para pendidik kita sudah banyak tercemari pengaruh globalisasi yang senantiasa pengin cepet untuk mengejar target pendidikan (sekolah). Sehingga anak didik menjadi korban “semakin langka proses penanaman nilai kita jumpai dilembaga-lembaga pendidikan kita apalagi figure guru teladan bagi anak-anak ” itulah sebagian penyebab semua kasus-kasus yang ada di depan mata kita setiap hari. Mesti tidak bisa semua perilaku destrutif para pelajar kita sepenuhnya ditimpakan kepada dunia pendidikan sebab factor lain juga sangat perperan terhadap rusaknya bangunan atitute para pelajar dan internalisasi budaya ketimuran kita. Dr. Zaini Dahlan menulis bahwa sekarang anak-anak kita sudah banyak dididik oleh televise selama 24 jam dalam sehari selamam seharl dari daerah pesisir sampai ke pucuk gunung. Statemen tersebut tentunya disamping berdampak positif ilmu pengetahuan tetapi lebih kepada keprihatinan terhadap perubahan perilaku masyarakat kita yang cenderung mengalami degradasi mental.

Kepada saudaraku tercinta senasib dan seperjuangan, wajah dunia pendidikan kita sekarang tengah berubah, nyanyian lagu umar bakri Iwan Fals sekarang tidak lagi mewakili seluruh potret guru di tanah air. Malah data Kementerian  Agama mencatat sekarang ini calon haji tanah air di dominasi oleh para guru, Iwan Fals mestinya mengubah menjadi Umar Haji artinya secara ekomoni guru-guru kita sudah menuju  sejahtera. Tetapi ironis kalau umar bakri dengan sepeda bututnya mampu melahirkan para tokoh pergerakan yang menghadirkan kemerdekaan bangsa ini tetapi  umar haji dengan mobilnya ternyata banyak melahirkan anak-anak yang suka tawuran, pergaulan bebas, tidak sportif/ hilang kejujuran, menjadi manusia maya yang tidak jelas jati dirinya.

Sadari dengan sepenuh kesadaran wahai saudaraku, di pundakmu peradaban dunia masa depan dipertaruhkan. Kita para guru adalah para arsitek perabadan dan anak-anak didik kita adalah batu bata batu bata yang akan menyusun bangunan peradaban masa depan. Dan sekarang ini kita sedang men-syibghoh (mewarnai) batu bata itu, rapuh batu bata yang kita cetak maka runtuhlah peradaban kita dimasa depan, kuat kita cetak maka kuatlah perabadan kita di masa depan. Wahai para penulis sejarah  sadarkah kita bahwa sekarang ini kita tengah menorehkan tinta sejarah dikening-kening para anak didik kita, goreskan cerita cerita terbaik kita pada anak anak kita. Kejelekan dan kesan negatife yang kita berikan kepada anak didik kita sebenarnya  kita  tengah memberikan virus pada memori otak anak kita dan kita anak dikenang sebagai pelaku jahat dalam cerita sejarah anak anak didik kita. Maka jadilah guru yang baik dan hebat yang mampu menjadi figure terbaik buat anak-anak didik kita ciptakan cerita indah pada memori anak-anak didik kita.

Bangkitlah wahai saudaraku dari lamunan panjang yang tak bertepi sadari bahwa anak-anak didik kita adalah lahan ibadah kita, jadilah yang terbaik bagi mereka karena mereka adalah para calon birokrat, teknokrat, dan para pemimpin masa depan.  Berikan informasi ilmu yang akurat sehingga mereka pintar dan berprestasi dalam kehidupannya, berikan nasehat yang baik kepada mereka sehingga mereka akan jadi orang yang mawas diri dan peduli, ajari mereka bersedekah sehingga mereka kelak menjadi orang–orang dermawan, ajari mereka dengan agama sehingga mereka kelak menjadi manusia-manusia yang paripurna. Saudaraku hidup ini terlalu singkat maka jadikan anak-anak kita investasi amal untuk kehidupan yang panjang di akherat. Biarkan tetesan peluh keringat kita mengalir disana sebab kelak ia akan menjadi saksi kesungguhan kerja kita di hadapan sang maha pencipta. Biarkan uban tumbuh di kepala kita sebab ia akan menjadi cahaya di akherat. Biarlan anak-anak kita tumbuh dengan sempurna menjadi manusia sukses mesti kelak kita tidak menikmatinya. Wahai saudaraku, wahai guruku, wahai ustadzku, wahai kyaiku, bekerjalah dengan ikhlas karena Allah SWT. [wi]

*) Wiyarso,      Kepala  MI luqman al hakim    Slawi  –  Kabupaten Tegal

author
No Response

Leave a reply "Untuk Para Arsitek Peradaban Masa Depan"