Siapa Berani Cobra?

10 comments 194 views

Oleh Ali Irfan

Saya paling suka bermain-main dengan kata. Tinggal bolak-balik, mencari padanan, memadupadankan dengan kata yang mirip, jadilah sebuah candaan khas yang dapat memikat hati siapa saja yang mendengarnya, dan dijamin suasana akan hidup, seru, dan menarik. Anak-anak saja sampai ketagihan, atau lebih tepatnya merasa terus penasaran, menebak-nebak kata apakah yang dimaksud dalam permainan ini. Ini bagus sebagai media memperkaya kosakata. Menariknya dari permainan ini, bisa disampaikan dalam kondisi dan situasi apapun, tanpa harus memulai dengan, “Ayo kita mulai bermain kata!”

Sebagai contoh begini, saat saya mengajar, spontan saya mengucapkan kata sebelah. Lalu saya tanyakan kepada anak-anak,

“Kamu tahu nggak apa itu sebelah?” tanyaku serius.

“Sebelah itu pinggir, ustad,” kata salah satu anak.

“Kurang tepat!”jawabku mantap dan meyakinkan.

“Samping!” teriak salah satu anak yang lain.

“Belum juga benar!” jawabku lagi.

“Sebelah bukannya nama angka, seperti delapan  sembilan sepuluh sebelah dua belah tiga belah..”

“ITU SEBELAS..!!!” teriak anak-anak kompak.

“Kalau itu sih, satu gelas air,” permainan semakin seru. Semakin hidup.

“ITU SEGELAS!!!”

“Ya, ya, ya.. segelas mata memandang, di ujung sana ada sebuah bukit yang indah!”

“ITU SEJELAS!!!!”

Contoh lain saya menemukan kata ‘otak’, lalu saya permainkan lagi dengan,

”Otak bukannya tempat menyimpan barang seperti kardus?”

“Itu kotak!!!”

“Kotak sih, orang yang nggak punya rambut di kepala,”

“Itu botak…!!!”

“Lho botak bukannya nama sebuh suku di Sumatera?”

“Itu Batak…!!!”

“Batak sih nama hewan amphibi yang hidup di dua alam….”

“Itu katak….”

“Itu sih nama anggota keluarga, ada adik, ada katak…”

“Itu kakak!!!”

“Itu nama alat pemotong batang pohon biar tumbang,”

“Itu kampak”

“Kampak kan kalau sebuah tim saat bertanding itu harus bisa menjadi tim yang kampak.”

“Itu kompak..!!!”

Silahkan teruskan selama masih menemukan kata yang tepat, seperti perompak, perampok, dll. Kalau sudah mentok bisa saja diplesetkan dengan kata yang jauh dari padanan. Misalkan,

“Kompak bukannya tempat buang sampah?”Dijamin seratus persen anak-anak pasti bingung, karena mereka biasanya mencari-cari padanan kata yang tepat tapi nggak ketemu. Terang saja, karena jawaban itu memang nggak ada. Mereka pasti akan bertanya lagi, “Sih apa ustad?”

“Gerobak!” dan bukan tidak mungkin ketika dijawab gerobak, anak-anak akan teriak, “Jauh… banget!”

Namanya saja diplesetkan, bisa saja kata itu meleset jauh dari awal. Ganti saja kata itu sesuka hati, sebagai penutup permainan ini, karena sejatinya permainan pemutarbalikkan fakta, eh, kata ini, tidak akan habis begitu saja. Semakin kreatif pemegang kendali permainan memilih-milih kata, semakin seru permainan ini berlangsung.

Ayo, siapa berani cobra, eh, coba? J

author
10 Responses
  1. author
    Author

    admin4 years ago

    Pasti seru ya, ke Sumatera Utara melihat pemandangannya, ke pulau Samosir juga. Luar biasa danau Coba.

    Reply
  2. author

    Tasya A. Triyani4 years ago

    Ustadz, Kebiasaan deh.
    Teacher 3N (Nyebelin, Nyengitin, Nyenengin)

    Reply
  3. author

    Abu Faris assafira4 years ago

    sungguh Luar biasa ini, ust Irfan.
    semoga anak-anak akhirnya bisa mguntai kata yang lebih bermakna, Selamat tuk Ust ……inovasinya kami tunggu lagi…………

    Reply
  4. author
    Author

    admin4 years ago

    Buat Tasya A. Triani, cerpen/tulisannya dah dimuat di kolom karya anak-cerpen. Terima kasih, ditunggu karya selanjutnya.

    Reply
  5. author

    galang awal4 years ago

    suka nya ustad ali itu mempermainkan kata> aq juga bisa ding nama suku asli australia apa…?????

    Reply
  6. author
    Author

    admin4 years ago

    Aborigin ya, Lang

    Reply
  7. author

    oema4 years ago

    Bang ali….bang ali sukanya bikin happy, sya la la la la

    Reply
  8. author

    andy sukma lubis4 years ago

    wooohoo…keren pak guru.
    Baru lihat nama webnya dari TL kek Jamil.
    Ternyata kerON nih buat jadi salah satu referensi bacaan rutin. Asyik juga permainan katanya.

    Botak…batak….hehehe pas sama diri saya.

    Andy

    Reply
  9. author

    Ali Irfan4 years ago

    Mudah-mudahan 2014 ini resolusinya terwujud. mau jadi saingan berat Kek Jamil yang nulis tiap hari. Kebetulah “kata”nya nggak keberatan dipermainkan sama saya, pak Andi. hahaha….

    Reply
  10. author

    Nurul Septiyani Al Husna4 years ago

    buat anak ko’ cobra cobra …………
    bisa buat referensi kelas nih pak… syukron…

    Reply

Leave a reply "Siapa Berani Cobra?"