Di Sinilah Anak-Anak Tumbuh dan Berkembang Menjadi Luar Biasa

Oleh: Nurkhozin

Ada sepenggal cerita ketika penulis mengunjungi sebuah pesantren modern di Banyumas. Salah satu calon santri menyapa penulis, yang sama-sama sebagai calon wali santri di pesantren tersebut,

“Maaf, pak. Ini putra panjenengan yang mau nyantri  di sini?” sapanya dengan wajah sumringah ramah.

Benar, pak” jawab saya dengan sambil menunjuk ananda yang ada ada di samping saya.

 “Lho, temuwa banget, ya pak, tak kira sudah SMP”  sambil menatap ananda sepertinya setengah  heran.

Ini hanyalah sepenggal cerita yang sebenarnya masih banyak cerita lain yang menunjukan bahwa siswa-siswi kami di SIT MI luqman al hakim terlihat berbeda dengan yang lain. Tampak lebih cepat dewasa dan sepertinya benar-benar anak-anak yang pemikir.

Benarlah adanya. Pendidikan yang memadukan ranah lingkungan (bi’ah shohihah) dengan keteladanan pendidiknya serta balutan kurikulum yang komprehensif akan melahirkan anak dengan karakter yang berbeda. Pembiasaan activitas yang baik, pemantauan perilaku anak yang terus menerus tampaknya membuahkan hasil sedemikian rupa. Maka ketika penulis berdiskusi perihal pengalaman ini dengan teman-teman guru mereka ada yang berkata, “itu efek dari kebiasaan membaca  Alqur’an dan terbiasa dengan taushiyyah gurunya” katanya.

Jelas, ketika membandingkan penilaian wali murid yang mengatakan, bahwa “anak-anak disini khan memang anak-anak pilihan, masuknya saja melalui seleksi wajar, donk kalau mereka berbeda dengan anakdi sekolah lain”. Pendapat seperti itu sebenarnya tidak sepenuhnya salah memang kenyataannya demikian. Akan tetapi jika dibandingkan dengan sekolah yang melakukan rekrutmen dan prosedur yang sama, tetap hasilnya berbeda. Inilah pentingnya   pendidikan yang mengintegrasikan antara ranah lingkungan sekolah, keterlibatan orang tua serta kurikulum yang komprehensif dan seimbang antara kurikulum nasional dan kurikulum ramuan sekolah islam terpadu.

Pentingnya Bi’ah shohihah (lingkunagan yang baik).

Betapa pentingnya kualitas sebuah bi’ah/komunitas. Komunitas yang baik akan melahirkan orang-orang yang baik dan sebaliknya.  Ada pepatah jawa yang mengatakan “sapi siji karo kebo sekandang gupak bareng, glopot sakabeyan” artinya sapi yang tidak terbiasa gupak pun jika digabungkan dengan kerbau satu kandang, maka lama kelamaan akan memiliki perilaku yang sama seperti kerbau, yakni pandai gupak juga. Inilah pentingnya bi’ah shohihah/ lingkungan atau komunitas yang baik.

Menurut sebuah  penelitian yang konon dilalukan oleh seorang peneliti di india pada seorang anak manusia yang tumbuh dan berkembang bersama serigala sejak kecil, di kemudian hari perilakunya pun mirip dengan pengasuhnya, serigala.

Maha benar Allah, benarlah apa yang dijelaskan Allah dalam surah al-An’am ayat 116, Allah berfirman:

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ (الانعام 116)

“Jika kalian mengikuti sebagian besar manusia, niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah, (karena) tidak lah mereka mengikuti, kecuali persangakaan belaka” Al an’am 116

Benar juga Rosulullah bahwasanya”

“jika kamu ingi mengetahui kapasitas kebaikan seseorang, maka lihatlah dengan siapa mereka bergaul” al hadis.

Ayat diatas juga bisa diambil kesimpulan, bahwa betapa pentingnya sebuah lingkungan, artinya karakter seseorang itu sangat dipengaruhi oleh lingkungan dimana ia tinggal. Jika sebagian besar penghuni lingkungan itu sebagian besar orang-orang yang tidak baik, maka pengaruhnya akan sangat kuat terhadap anggota lingkungan yang lain.  Dalam hal ini kita harus selektif dalam memilih lingkungan untuk membesarkan anak-anak kita, termasuk selektif dalam memilih lingkungan tempat mereka belajar, karena lingkungan pendidikan akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak-anak kita.

Inilah pentingnya kesepakatan kita sebagai orang tua menyiapkan lingkungan yang baik sebagai tempat anak-anak kita hidup dan belajar di dalamnya. Artinya jika adanya SIT MI Luqman alhakim adalah sebuah keniscayaan, maka sebenarnya itu adalah kesepakan kita orang-orang tua yang yang ingin anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter unggul, wajar jika kita  harus mengeluarkan berapapun untuk keperluan pendidikan di sini dan lembaga ini kemudian sebagai fasilitatornya, Melengkapi fasilitas pendukungnya, memilihkan guru-gurunya, memadukan dan meramu kurikulumnya, memberikan bimbingan serta pemantauan hariannya serta berusaha menciptakan kenyamanannya.

Memang tidaklah gambaran diatas menunjukan kesempurnaan lembaga ini, masih banyak kekurangan sana-sini yang mesti harus dibenahi. Dan ini membutuhkan kerjasama antara orang tua dan lembaga dengan baik.

Pembiasaan Yang menjadi Unggulannya

Pembiasaan adalah cara guru disini menciptakan karakter, kebiasaan yang baik tentunya. Seperti kebiasaan hidup bersih, kebiasaan jujur, dalam hal ibadah ada  kebiasaan menghafal dan membaca do’a pagi dan petang, wirid dan do’a sehabis sholat fardlu, kebiasaan membaca dan menghafal Al qur’an, kebiasaan shalat jamaah dan sholat tathowu’ atau sholat sunnah seperti sholat  sunnah rowatib, malam atau qiyamullail, kebiasaan bersedekah, dan lain-lain. Mengapa ini penting? Karena kepribadian manusia itu sangat tergantung pada pengalaman dan kebiasaan masa kecilnya, tentunya model pendidikan, kultur dan budaya keluarga juga. Hasilnya menjadi sangat luar biasa, pengalaman yang kami dapatkan, banyak murid kami yang menemukan uang lima ratus rupiah atau barang-barang yang sepele sekalipun, mereka selalu melaporkan kepada guru-guru mereka, atau ketika ulangan harian ditinggal sekalipun oleh guru mereka, mereka tetap berusaha menyelesaikannya sesuai kemampuan.

Semua pembiasaan ini selalu dalam pantauan guru—guru atau teman sejawat yang kemudian disebut dengan Mutaba’ah yaumiyyah, usbu’iyyah dan syahriyyah yang ditulis dalam sebuah buku atau lembar evaluasi  . Evaluasi ini penting untuk mengukur sejauh mana perkembangan yang dialami oleh anak-anak di sini. Perhatian yang ekstra inilah yang menjadikan MI Luqman Al Hakim berbeda dengan yang lain. Guru di sini bukanlah sekedar pengajar dan pendidik, akan tetapi juga sebagai sahabat dan teman bermain mereka disekolah.

Siapakah para pengolah dan peramu di MI Luqman Al hakim?

Jika kita ingin mencermati menu dan ramuan pendidikan di SIT MI Luqman Al hakim ini, kita bisa menengok dapur ramunya, siapa kokinya, lihat juga peralatan yang digunakan untuk memasak, menggodok, menggoreng dan memanggang mereka,   serta ragam bumbu masaknya.

Pada umumnya guru di sini sama dengan guru-guru lain di sekolah lain pada umumnya. Mereka juga sarjana pendidikan dari beberapa perguruan tinggi pada umumnya, akan tetapi ada yang membedakan mereka dengan guru-guru  lain adalah adanya pembinaan yang berkesinambungan, baik melalui kursus-kursus, pelatihan, training, seminar dan  kegiatan serupa lainnya. Bukan hanya itu, setiap guru wajib mengikuti pembinaan kepribadian/kajian keislaman (tarbiyyah islamiyyah) yang dilakukan seminggu sekali. Materi kajiannya meliputi diinul islam dan motivasi amal, kajian tafsir dan hadis. Dan ini sudah menjadi komitmen bersama jika ingin tetap menjadi guru di SIT MI Luqman Alhakim ini.

Dari modal pembinaan guru-guru inilah melahirkan guru-guru yang unik yang mencintai anak didiknya, memiliki harapan dan idealisme sebagai guru. Lebih jauh berharap dari murid-murid mereka lahir pemimpin masa depan yang unggul. (foto: Araf Hakim)

***

author
4 Responses
  1. author

    Ali Irfan4 years ago

    Subhanallah, sudah saya sangka, mantap nian goresan pena ustadz Khozin. Tulisan ini mencerminkan sosok penulis yang sebenarnya. Membaca tulisan ini seperti sedang mendengarkan Ust. Khozin berbicara. Isinya sesuai dengan realita yang dialami di sekolah ini. Sekolah Islam Terpadu MI Luqman Al Hakim.

    Mantap-mantap! Teruskan menulis ustadz. Ustadz-ustadz yang lain ayo, berbagi lewat tulisan. Anak-anak MI Luqman Al Hakim, juga jangan sampai kalah. Tulisan kalian harus lebih banyak menghiasi web tercinta ini. 🙂

    Reply
  2. author

    wahyuningsih4 years ago

    subhanallah moga banyak muncul generasi sholeh sholekha untuk negeri ini, karena semangat mendidik dan memberikan dedikasi kita sebagai “Super Teacher” teladan bagi ilmu,amal dan bi’ah akhlaqul karimah.

    Reply
  3. author

    Anita Triyastuti4 years ago

    Subhanallah, Luar biasa, Semoga seluruh Ust/ustdh MI Luqman Al Hakim mampu mengemban amanah ini sebaik-baiknya untuk menciptakan generasi yang robbani.
    Allahu Akbar…………….

    Reply
  4. author

    Rafi Gm4 years ago

    Masasih

    Reply

Leave a reply "Di Sinilah Anak-Anak Tumbuh dan Berkembang Menjadi Luar Biasa"