Pramuka SIT Kembali Taklukkan Medan Cacaban

1 comment 136 views

Oleh Ali Irfan

Musim hujan dan cuaca  yang kadang ekstrem ternyata tak menghalangi agenda mukhoyam kenaikan tingkat dari siaga ke penggalang yang diselenggarakan oleh Satuan Komunitas Pramuka Sekolah Islam Terpadu MI Luqman Al Hakim. Berbekal keyakinan  yang mantap, acara berjalan lancar dan diluar prediksi kecemasan.

Banyak orang tua yang  mencemaskan, karena perkemahan dilaksanakan saat musim hujan hampir turun setiap hari, lebat lagi. Apalagi di beberapa daerah ada yang dilanda banjir. Ternyata kecemasan itu tak terjawab, karena saat berlangsungnya acara tak ada satu pun acara yang gagal karena cuaca, termasuk hujan.

Keyakinan yang kuat dan tekad yang mantap yang membuat kami tetap melaksanakan perkemahan. Cuaca tak menjadi penghalang. Hujan tak menjadikan acara ini gagal. Kepala Madrasah Ustadz Wiyarso menuturkan bahwa tujuan awal diselenggarakannya mukhoyyam kenaikan tingkat ini merupakan hal baik Jika niat kita baik, Allah pasti akan menolong kita.

Medan basah, jalanan becek, gerimis, dan hujan, memang menjadi pandangan yang tak terelakkan saat perkemahan kemarin. Justru kalau terang benderang, cuaca bersinar cukup terik itu menjadi pertanyaan besar. Tentu saja, karena sekarang sedang musim hujan. Hujan memang  turun di lokasi perkemahan, namun hanya sebatas gerimis yang sama sekali tak mengganggu acara. Bahkan bisa dipastikan tak ada anak-anak yang basah karena kehujanan.

Yang jelas, keseruan mewarnai menit demi menit  pelaksanaan mukhoyyam kemarin. Ada banyak sensasi pengalaman tak terlupakan saat mengikuti mukhoyyam kemarin. Sensasi pertama adalah saat keberangkatan yang menggunakan truk besar. Ini sungguh pengalaman tidak biasa. Kalau naik mobil ke lokasi perkemahan itu sama sekali nggak keren. Tapi kalau bareng-bareng naik truk, itu baru keren. Buktinya selama perjalanan, mereka baik-baik saja, bahkan menjadi pengalaman luar biasa.

Hari pertama setelah pendirian tenda dan upacara pembukaan, petualangan pun dimulai. Acara dimulai dengan warming up, yakni pemanasan di saat cuaca dingin. Pantang takut baju kotor, dengan senang hati anak-anak duduk nglemprak di tanah, meski basah. Kebetulan saya yang pertama kali memandu di sesi warming  up, anak-anak sangat terhibur dengan permainan beraneka macam tepuk! Mulai dari tepuk pra….mu….ka!, tepuk jempol, tepuk kalau kau suka hati, tepuk coca-cola, sampai tepuk paha! Acara kolosal semakin seru saat game “benar-salah,” sebuah game  yang membutuhkan konsentrasi dan gerak laras sebuah tim!

Meski agenda padat, shalat, tilawah, dan dzikir alma’tsurat tidak ketinggalan. Bahkan shalat malam juga tidak dilewatkan. Karena  inilah yang menjadi ciri khas Sako Pramuka SIT.

Hari kedua merupakan hari petualangan, karena semua regu hanya dibekali petunjuk jalan berupa seutas tali warna kuning. Semua peserta dilepas, tanpa didampingi kakak pendamping. Mereka kompak mencari jejak, melewati pos-pos yang sudah disediakan, mulai dari pos semaphore, PBB, KIM, dan Pos Merayap.

Semua pos punya tantangan sendiri, karena semua membutuhkan kekompakkan, kecerdasan, dan semangat yang tak putus-putus. Medan yang menanjak, menikung, terjal, dan curam menjadi sensasi tersendiri. Lebih seru lagi karena jalanan yang mereka lalui adalah jalanan berbukit yang becek penuh lumpur. Sepatu yang semula ringan tiba-tiba menjadi berbobot, karena alas sepatu yang tiba-tiba menebal karena lumpur.

Pos merayap tak kalah menantang. Ini merupakan pos paling menggembirakan bagi semua regu. Setiap peserta mukhoyyam harus melewati rintangan dengan merayap di rute yang sudah disediakan. Jika sebelumnya, merayap hanya di medan  yang datar, kali ini medan merayap yang dilalui adalah menanjak, berkelok, dan menanjak kembali. Selesai melewati rintangan masing-masing peserta harus berlari sampai ke puncak kemudian berguling-guling sampai ke bawah. Maka lengkap sudah petualangan itu membuat tulang badan pegal-pegal.

Selesai melewati tantangan merayap, semua regu dan kakak pendamping istirahat, karena terpotong shalat Jumat, istirahat  sejenak untuk makan siang, kemudian petualangan berlanjut dengan out bound!

Untuk menuju ke lokasi outbound saja, medannya luar biasa bikin kaki pegel, tapi semangat membuat mereka tak merasakan lelah sedikitpun. Sambil berjalan menuju lokasi, yel-yel masing-masing regu mewarnai perjalanan.

Sampai di lokasi outbound, mata dimanjakan dengan pemandangan luar biasa. Pohon-pohon hijau, rumput-rumput yang rimbun dan basah penuh embun. Ini membuat semua peserta semakin tak sabar untuk petualangan. Dalam outbound ada tiga jenis permainan.  Game pertama adalah “duduk di kursi nyaman” yang dipandu Kak Amir. Para permainan ini setiap regu membuat formasi melingkar, dan masing-masing peserta duduk di pangkuan peserta lainnya. Siapa bisa bertahan lama, dialah pemenangngya!

Berikutnya adalah “Boom Squad” yang dipandu Kak Wiwi, pada sesi ini setiap peserta diminta  memindahkan “Bom!” yang bisa meledak jika lepas dari jalur yang telah ditentukan. Tugas masing-masing tim adalah memindahkan  bom dengan sebuah alat yang panjangnya sekitar 30 cm.Bom itu harus dipindahkan ke suatu tempat dengan alat tersebut yang dipegang oleh setiap peserta regu.

dan terakhir adalah “Water Boom,” yang dipandu Kak Ali. Permainan ini juga tak kalah menarik, karena peserta bertugas melempar bom air kemudian ada satu peserta yang bertugas menangkapnya. Tantangan ini semakin seru karena wadah untuk menangkap air harus diletakkan kepala. Permainan ini menuntut ketepatan dan kejelian karena salah-salah lempar “bom air” bisa meledak di atas kepala atau badan!. Basah-basah deh!

Well, itulah catatan singkat dari agenda mukhoyyam kemarin yang diselenggarakan pada 23-25 Januari di Objek Wisata Waduk Cacaban. Sebagai penutup catatan ini, mari kita nyanyikan bersama salah satu yel-yel dari salah satu regu dengan penggubahan seperlunya. Yel-yel ini dinyanyikan dengan lirik “Kolam Susu” nya Koes Plus.

Anak pramuka itu kami namanya

Tongkat dan tali yang jadi senjatanya

Coklat muda coklat tua seragamnya

Trisatya dan dasadarma pedomannya

Kami ini anak pramuka SIT

Anaknya soleh dan juga oke-oke

Slalu laksanakan shalat lima waktu

Qur’an dan sunah  yang jadi pedomanku

author
One Response
  1. author

    pa wi4 years ago

    luar biasa…. dahsyat,dengan do’a kita taklukan hujan, dingin, gelap malam dan ketakutan.
    prajamuda karana

    Reply

Leave a reply "Pramuka SIT Kembali Taklukkan Medan Cacaban"