Membangun Karakter Bangsa Lewat Pramuka

2 comments 326 views

Oleh Wiyarso

Sudah menjadi komitmen bersama antara pendidik dengan orang tua untuk mendukung semua kegiatan yang dilaksanakan oleh madrasah, itu merupakan prasyarat awal bagi orang tua calon peserta didik baru di Madrasah Ibtidaiyah Luqman al Hakim yang berada di Jalan Gajahmada Kalisapu tepatnya di depan kantor Pengadilan Agama Kabupaten  Tegal. Orang lebih mengenal dengan SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) tidak salah anggapan itu karena MI luqman al hakim sejak awal mengadopsi model pembelajaran dari SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta, SD Al Azhar dan SD Hidayatullah Semarang, dan apalagi MI Luqman al Hakim menerapkan program Fullday school yang banyak diterapkan di  SDIT – SDIT  yang telah banyak menjamur di nusantara ini.

MI Luqman al Hakim dibawah Kementerian Agama Kabupaten Tegal sudah barang tentu mempunyai kekhasan tersendiri dengan madrasah-madrasah yang lain, di madrasah ini lebih kental dengan program pendidikan karakter (Character Building)  ibarat makanan lebih nendang dari pada madrasah yang lain. Kami berupaya untuk komitmen dengan program-program  yang sudah kami susun sebagai bentuk standar pelayanan  lembaga kepada customer (masyarakat) seperti : pembiasaan sholat berjama’ah, puasa sunnah dan buka bersama, tilawah al qur’an, tahfidzul qur’an (minimal juz 30), pesantren ramadhan, baksos peduli masyarakat dan  kegiatan bakat dan minat yang terangkum dalam kegiatan ekstrakurikuler. Salah satu program pendidikan karakter yang wajib diikuti oleh semua siswa  adalah Pramuka SIT.

Salah satu program tahunan MI Luqman Al Hakim mengadakan kegiatan mukhoyam atau perkemahan kenaikan golongan siaga dan penggalang. Program ini dilaksanakan diakhir semester 1 atau awal semester 2 kelas 4 dan kelas 5, sebab di awal semester bulan Juli, Agustus kita sibuk dengan penerimaan siswa baru dan kegiatan HUT Pramuka dan HUT kemerdekaan RI serta mengikuti kegiatan perkemahan jamran tingkat kecamatan. Sehingga meskipun dalam cuaca yang kurang bersahabat  kita tetap melaksanakan agenda tersebut. Tidak satu dua kali kegiatan perkemahan kita harus berhadapan dengan musim hujan, tapi itulah kenyataan hidup di daerah tropis kita tidak mungkin lari dari kenyataan bahwa kita hidup dalam dua musim yaitu musim panas (kemarau) dan musim penghujan. Kita terbiasa untuk berpikir mengubah hambatan menjadi tantangan maka hambatan cuaca kita ubah menjadi tantangan kita bersama anak-anak untuk menaklukannya. Dalam sambutan pembukaan perkemahan mabigus senantiasa memberikan energi kepada peserta perkemahan bahwa  “ Kita adalah Praja Muda Karana manusia yang percaya dan yakin kepada Allah SWT, hujan adalah makhluk Allah SWT, angin adalah Makhluk Allah SWT, dingin adalah makhluk Allah SWT  kita tidak perlu takut kita taklukan bersama dan mari kita panjatkan do’a minta kepada Sang pemilik hujan ,angin dan dingin agar bersahabat dengan kita “ Pramuka tidak takut hujan, pramuka tidak takut angin, pramuka tidak takut dingin, do’a kita insyaallah akan terkabul dengan syarat selama di bumi perkemahan kita tetap  berdzikir, berdo’a  dan jangan sampai kita meninggalkan sholat”.

Keyakinan dan energi yang kita berikan kepada anak-anak adalah sentuhan- sentuhan spiritual yang juga dialamatkan kepada orangtua siswa MI Luqman al Hakim untuk memiliki kekuatan motivasi yang sama untuk mengantarkan anak-anak kita menjadi subyek pembangunan di  masa depan, karena kita sadar bahwa didepan sana anak-anak kita akan menghadapi tantangan hidup dan zaman yang jauh lebih kompetitif dari pada sekarang maka semua bekal dan ilmu serta keberanian mengubah  hambatan hidup menjadi tantangan hidup harus kita siapkan dari sekarang.

Terkait dengan diberlakukan kurikulum 2013 yang bernuansa pendidikan karakter MI luqman al Hakim insyaallah siap untuk menggunakannya. Kompetensi yang ingin ditargetkan dikurikulum 2013  sudah diterapkan di MI Luqman al Hakim sejak awal berdiri yaitu (KI1) sikap spiritual, (KI2) sikap sosial,  (KI3) pengetahuan  dan KI4 (ketrampilan)  dalam bentuk integrasi dan aplikasi dalam semua kegiatan pembelajaran (intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler). Salah satu kegiatan yang sangat kental dengan pendidikan karakter adalah kegiatan Kepramukaan, disama target kompetensi yang diharapkan di kurikulum 2013 bisa kita laksanakan dalam bentuk mukhoyam atau perkemahan.

MI Luqman al hakim mengembangkan kegiatan mukhoyam /perkemahan dalam rangka mencapai tujuan kompetensi yang akan dibangun dalam kurikulum 2013  antara lain :                                                                                                                                                                                                    Sikap spiritual dalam kegiatan pramukaan yang kami ajarkan kepada anak selama di bumi perkemahan meski sepadat apapun agenda acara tetap dialokasikan waktu untuk melaksanakan sholat 5 waktu dilanjutkan dzikir dan wirid. Hal ini sangat kita tekankan kepada anak-anak  karena disamping merupakan target tujuan pendidikan MI luqman al Hakim (aqidah yang lurus  dan ibadah yang benar) kita juga berusaha komitmen mengamalkan ajaran pramuka yaitu dasa darma ”Bertakwa kepada Tuhan YME”. Ironis kalau ada kegiatan pramuka (perkemahan) sampai melupakan atau meninggalkan ajaran dasa darma (sholat), demikian juga proses  pendidikan yang sekarang tengah ngetren dengan Slogan “pendidikan karakter” tidak akan pernah tercapai kalau “sholat” tidak ditegakkan dalam proses pendidikannya karena bangunan karakter akan berdiri kokoh pada jiwa anak bangsa diawali dengan kedisiplinan  seseorang menjaga sholatnya. Pemimpin yang berkarakter adalah pemimpin yang bisa menjaga sholatnya.

Sikap sosial  sebagaimana diharapkan pada kurukulum 2013 kita ajarkan kepada anak-anak di pramuka untuk tanggap dan peduli dengan lingkungan, diawali dengan aturan larangan membuang sampah sembarangan, tidak merusak lingkungan, menjaga lisan untuk berkata yang ma’ruf,  semangat gotong royong, kerjasama, kekompakan tim dalam regu, patuh pada pimpinan regu, menghargai pendapat temen , menghormati kakak pembina dan puncak dari sikap sosial yang ingin dicapai dalam ranah sikap sosial ini adalah kegiatan bumbung kemanusiaan, dikegiatan ini anak-anak menunjukan kristalisasi jiwa sosialnya dengan mengeluarkan kelebihan uang sakunya untuk diberikan kepada orang lain. Dengan satu dalil yang disampaikan oleh pembina “tangan di atas adalah lebih baik dari tangan di bawah” hadits singkat ini akan memberikan kesan yang cukup mendalam pada pribadi anak, karena kebiasaan memberi sudah semakin langka di masyarakat kita ini, mental miskin yang selalu mengharap bantuan dari orang lain semakin mewabah pada kalangan orang-orang kaya di nusantara ini. Kita ingin menghadirkan anak-anak yang malu disebut orang miskin yang berebut balsem, Raskin dll. Lewat pramuka ini kita ingin menghadirkan generasi yang punya harga diri  (izzah) dan  suka memberi.

Pengetahuan dan ketrampilan, dalam kegiatan perkemahan kita juga mengembangan pengetahuan dan ketrampilan  dalam  kegiatan penjelajahan  kita buat pos-pos untuk menguji pengetahuan dan ketrampilan anak. Pos uji pengetahuan agama, pos uji pengetahuan umum, pos ketrampilan tali temali,  ketrampilan membaca sandi/morse, analisa jenis tanaman, ketrampilan P3K, kekuatan fisik ( merayap, perang-perangan )dan lain sebagainya. Semua materi yang diajar dalam kegiatan perkemahan sangat kaya dengan pengetahuan dan ketrampilan yang harus dimiliki oleh para calon pemimpin / generasi penerus  bangsa. Sehingga pramuka adalah wahana yang sangat efektif untuk menumbuhkan, membina dan menyiapkan para kader pemimpin masa depan yang cerdas dan terampil dalam memecahkan segala problematika kehidupan berbangsa dan bernegara.

Terakhir kami sampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua siswa yang dengan semangat mendukung seluruh program-program pendidikan karakter MI luqman al Hakim dan aparat kepolisian yang setia mendampingi kami dan bapak-bapak tentara tercinta para pengawal negara yang ikut andil dalam menyukseskan acara perkemahan kami. Sukses selalu kami sampaikan semoga Allah selalu menyertai langkah perjuangan kita menyiapkan Indonesia yang lebih jaya.[]

author
2 Responses
  1. author

    habib junaedi5 years ago

    Benar, Pendidikan yang terpadu meliputi kebutuhan akal dengan ilmu, ruhani dengan ibadah dan jasad menjaga kesehatan dan latihan penempaan diri seperti mukhoyam (perkemahan).

    Reply
  2. author

    Ali Irfan5 years ago

    artikel ini juga sudah dimuat di Harian Radar Tegal, Senin,17 Februari 2014. Mantap! pramuka tidak mengajarkan anak jadi manja, pramuka bisa bikin anak saleh.

    Reply

Leave a reply "Membangun Karakter Bangsa Lewat Pramuka"