Study Tour Melatih Anak Berpikir Ilmiah

2 comments 157 views

Sekolah Islam Terpadu MI Luqman Al Hakim melakukan study tour di Bandung, Jawa Barat pada 12-14 Februari kemarin. Lokasi yang menjadi tujuan adalah Tangkuban Perahu, Museum Geologi, dan Museum Konferensi Asia Afrika.

miluqmanalhakim.com. Bu Endang menjelaskan salah satu dampak dari erupsi gunung berapi. Fadhil menyimak dengan penuh rasa ingin tahu.

Ketua Panitia Study Tour Ali Irfan mengatakan tujuan utama kegiatan ini adalah mengasah anak-anak untuk berpikir ilmiah, kritis sekaligus tadabur alam (merenungi ayat-ayat kauniah yang digambarkan melalui alam). “Untuk alasan itulah tempat-tempat yang dikunjungi ini mewakili dua tempat, pertama adalah objek wisata yang bernuansa alam, yang kedua yang bersifat sains dan sejarah,” kata Ali Irfan.

Sebanyak 95 siswa—siswi kelas V merespon antusias kegiatan ini. Mereka bisa merasakan pengalaman langsung keindahan kawah Tangkuban Perahu yang cukup menarik banyak wisatawan domestic maupun mancanegara. “Tempat ini menarik karena melatih berpikir kritis siswa, apakah kawah Tangkuban Perahu terbentuk atas peristiwa alam ataukah sekedar cerita Sangkuriang yang sudah melegenda,” ungkapnya.

Pertanyaan itu terjawab manakala anak-anak mengunjungi Museum Geologi, tepatnya saat menyaksikan film dokumenter yan berjudul “the world shaped by the time.” Film ini mengisahkan bagaimana gunung tertinggi di dunia terbentuk, yang tak lain karena peristiwa alam berupa sebuah benua yang terbelah dan terbawa samudera sehingga menabrak sebuah benua lain yang menimbulkan gempa berkekuatan dahsyat, sehingga memunculkan permukaan tanah yang tinggi yang kini disebut Mount Everest.

Belajar Sejarah, Bangga sebagai Anak Bangsa

Tempat yang terakhir dikunjungi adalah mengunjungi Gedung Merdeka dengan menelusuri Sejarah Konferensi Asia Afrika, di mana Indonesia sebagai penggagas sekaligus tuan rumah pelaksanaan KAA yagng berlangsung pada 14-19 April 1955. Di Gedung Merdeka ini, anak-anak juga belajar tentang perdamaian, keramahtamahan, dan perjuangan tokoh-tokoh bangsa  Asia Afrika untuk menjadikan bangsa-bangsa Asia Afrika sebagai bangsa yang bermartabat.

Rabitha Maryam Sazali, siswi kelas V C, mengaku bangga sebagai anak bangsa, karena Indonesia ternyata menjadi penggagas Konferensi Asia Afrika ini. Ia lebih bangga lagi saat dikabarkan oleh pemandu bahwa kursi yang didudukinya saat itu adalah kursi yang ditempati tokoh-tokoh hebat para peserta konferensi Asia Afrika. [ali/foto: araf]

author
2 Responses
  1. author

    Salma Najah Nafisa4 years ago

    Hi… Hi… Hi… Pengen ke Bandung lagi

    Reply
  2. author

    Alfath Muhammad Azmi4 years ago

    Motornya Fadhil tuhh .
    :v

    Reply

Leave a reply "Study Tour Melatih Anak Berpikir Ilmiah"