Suasana Berbeda Kegiatan Ekskul Jurnalistik dan Sains Club

Sabtu adalah hari yang pendek namun padat dengan berbagai kegiatan. Inilah akhir pekan paling dinanti oleh anak-anak MI Luqman Al Hakim. Inilah hari kebersamaan, hari yang penuh kebahagiaan. Hari ini menjadi menarik karena ada kegiatan ekstra kurikuler. Pada Sabtu, 22 Februari kemarin ada dua ekskul yang memilh tempat sawah sebagai pelaksanaan kegiatan ekskul. Jurnalistik dan Sains Club. Inilah catatan kegiatan ekskul berikut ini!

Sains Club

Sains Club kali ini adalah membuat herbarium. Anak-anak sains club juga turut menyebar ke sawah untuk mencari jenis tanaman  yang berakar serabut maupun tunggang, lengkap dari akar sampai bunga. Anak-anak terlihat sangat antusias mencari tanaman yang ditugaskan oleh Ustad Daiman.

Setelah anak-anak Sains Club menemukan tanaman tersebut, lalu diletakkan di kardus, lalu ditutup dengan kertas bekas buram. Cara ini dilakukan agar tumbuhan itu menjadi kering, kemudian setelah kering akan diawetkan dan dipajang di bingkai figura. “Ini tujuannya untuk mengetahui bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya,” ungkap Ustad Daiman.

Ekskul Jurnalistik

Sabtu kemarin, anak-anak melakukan tugas jurnalistiknya di tengah-tengah sawah. Di sana mereka ditugaskan menuliskan apapun yang dilihat dalam pandangan mata.  Tugas mereka hanya satu, menulis  tanpa henti sampai waktu yang telah ditentukan sudah habis.

Kata kunci yang dijadikan sebagai bahan menulis ini adalah alam, sawah, hijau, padi, air, udara, bekas pijakan  petani, lumpur, dll. Ridha memilih nangkring di atas pohon. Sementara anak-anak yang lain lebih banyak memilih duduk di atas pematang sawah. Ada pula yang memilih duduk sendiri di perempatan pematang sawah untuk mencuri sekaligus mencari inspirasi yang beterbangan.

Capung mengepakkan sayapnya ribuan kali dalam semenit. Lumpur terlihat liat terkena bekas injakan kaki petani. Bekas injakan yang menghunjam ke bawah menjadi tempat bersembunyi banyak kecebong, keong, dan yuyu yang memilih kubangan sawah  yang sudah ditanami padi nan menghijau.

“Hijaunya sawah terlihat sangat indah dipandang mata. Tampak yang bisa membuat kita kenyang dengab padi yang idah. Tapi lumpur yang baunya kurang sedap. Dari inilah asal mula yang kita makan sehari-hari. Ketika aku membayangkan pekerjaan sebagai petani, ternyata sangat  melelahkan. Membayangkannya saja begitu melelahkan apalagi kalau jadi petani beneran ya…’ (Rida Putri)

“bagaimanakah sejuknya alam di sekitar ini?. Aku menghirup udara segar dan sejuk. Matahari dil iangit terlihat cerah. Hampir semua yang kulihat di depan mata, warnanya hijau. Inilah sawah-sawah tempat padi ditanam. Daun-daun padi tertiup angin dan menari-nari. Capung-capung beterbangan di atas pepadian, burung berkicau dan beterbangan di atas sawah, apakah yang mereka cari?” katak-katak asyik melompat-lompat bahagia. Ini asli atau mimpi sih?” (Athiya Nurusyifa)

“Angin sepoi-sepoi menyejukan tubuh. Meskipun kotor, becek, dan penuh lumpur, aku menikmati hijaunya padi-padi yang sudah tertanam di sawah. Seperti itulah kondisi padi sebelum menjadi beras. Hebat benar petani penanam padi, mereka sama sekali tidak jijik, tidak takut kotor kena lumpur. Kalau mereka jijik, lalu siapa yang akan menghasilkan beras? Impor lagi, duh, jangan ah, negeri seluas ini masak impor sih…” (Syakira Nasywadhiya Hakim)

Foto-foto: Araf Hakim

***

author
6 Responses
  1. author

    Ayasy Abdurrahman4 years ago

    enak yah eskul sekarang daripada tahun kemarin

    Reply
  2. author

    fathiyah (hanan) rahadatul aisy4 years ago

    ada aku!!!!

    Reply
  3. author

    Rida4 years ago

    kenapa yank di post karya aku

    Reply
  4. author

    Syakira Nasywadhiya H4 years ago

    Makasih,tulisanku dimuat…

    Reply
  5. author

    dwi ghina widyawati3 years ago

    Foto nya keren karena ada aku ha..ha..

    Reply
  6. author

    dwi ghina widyawati3 years ago

    Yah aku gak keliatan di foto hiks..hiks..

    Reply

Leave a reply "Suasana Berbeda Kegiatan Ekskul Jurnalistik dan Sains Club"