Mensyukuri Anugerah SIT

No comment 106 views

Oleh : Habib junaedi

Pendikan terpadu artinya pendidikan yang menyeluruh dan lengkap. Keterpaduan ilmu diniyah dan Umum.  Mengisi kebutuhan akal, jasad, dan ruh. Demi sukses  dunia dan akhirat.

Ajaran yang Lengkap

Kita mesti bersyukur kepada Ar-Rahman  yakni Allah SWT.

‚ÄúAr-Rahman (Yang Maha Pengasih). Yang mengajarkan Al-Qur‚Äôan.¬† Dia menciptakan manusia. Mengajarinya ¬†perkataan.‚Ä̬† (QS. Ar-Rahman 1-4)

Jadi ilmu pengetahuan hakikatnya adalah milik Allah SWT. Manusia makhluk yang dimuliakan karena diberi akal oleh Allah SWT  agar bisa belajar kemudian menjalankan tugasnya dengan baik. Adapun yang beriman dan penuntut ilmu dialah yang ditinggikan derajatnya oleh Allah.

‚ÄúAllah meninggikan derajat orang beriman diantaramu dan orang yang¬† berilmu.‚ÄĚ ¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†(QS. Al-Mujadilah 11)

Sedangkan materi dasar pendidikan Al-Islam telah lengkap dan menyeluruh. Bacalah Firman Allah :

“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan bagimu agamamu dan telah Ku-cukupkan nikmat-Ku.“   (QS. Al-Maidah 3)

Guru nomor satu

Kita berterima-kasih kepada Rasulullah dengan do’a shalawat kepadanya, karena dialah manusia dipilih oleh Allah  menjadi guru nomor satu yang  berkepribadian paling terpadu. Seandainya kita punya beribu-ribu guru tapi minus Nabi Muhammad maka itu belum apa-apa dan nanti   rugi dan celaka di akhirat.

Murid-murid terbaik

Para Shahabat Nabi adalah kumpulan manusia berkepribadian terpadu dan jaya, bagai  lampu penuh cahaya. Kita ambil beberapa contoh : Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. profesinya pedagang pandai berhitung sekaligus negarawan ulung. Zaid bin Tsabit r.a.  kuasai bahasa asing secara cepat  dan singkat. Huzaifah ibnul yamani r.a. ahli intlegensi dan strategi. Ali bin Abi Thalib r.a. sang perwira dan jawara. Tidak ketinggalanpara wanita Shahabiyat yang tidak sekedar menjadi ummahat tetapi beribu prestasi jelas terpahat, coba lihat : Siti Aisyah r.a. yang berparas nan cerdas, ummu sulaim r.a semoga kesabaranya dibalas Allah dengan jannatun na’im, Asma  binti Abu bakar r.a berjiwa tegar punya julukan dzatu nithaqaini  (wanita pemilik dua sabuk) yang berani mati bela Nabi, ummu imarah r.a.  mujahidah yang marah bila islam dan umatnya dijarah dan lain-lain.

Generasi  setelahnya  yang meniru mereka akan  mulia dan bahagia.

Sejarah  Sekolah

Saling memberi ilmu sudah ada sejak dulu, bahkan sejak manusia pertama Nabi Adam A.S. ini adalah kelebihan manusia di depan Malaikat. Allah jadikan manusia pantas mengurus bumi.

‚Äúmaka setelah Adam memberitahukan kepada mereka¬† tentang nama-nama benda itu..‚ÄĚ (QS. Al-baqarah 33)

Para  Nabi yang diutus  sekaligus menjadi guru agar umatnya  meniru, mereka menyampaikan risalah agar umatnya tidak salah.

Di sini Penulis tidak mengetengahkan kapan munculnya sekolah dengan artian yang kita kenal sekarang seperti tersedianya sarana dan prasarana , dewan guru  dan murid yang jumlahnya  tertentu, tetapi kita perhatikan jejak sejarah kemudian berkembang hingga ada sekolah yang  sederhana dan yang lain terkesan mewah.

Kita mendengar ada  peradaban kuno misalnya  romawi, persi, yunani dan sebagainya  kita merasa  yakin bahwa di sana ada proses belajar mengajar  walaupun model dan bentuknya tidak seperti sekarang.

Sekolah Islam

Sebagai Muslim  melihat sejarah umat, bahwa sejak Nabi Muhammad SAW diutus selanjutnya mengajarkan kitab dan hikmah (ilmu) kepada orang-orang yang mula-mula masuk islam dan seterusnya. Ditengah situasi yang sulit karena penuh kerahasiaan pengajaran terus berjalan. Lorong-lorong sempit kota makkah, bukit shafa dan rumah shahabat Arqam bin Abil Arqam berubah menjadi sekolah.

Seiring dengan bertambahnya muslim maka kegiatan belajar dan mengajarpun makin ramai karena Nabi bersabda : ‚Äúsampaikan dariku walaupun hanya satu ayat.‚ÄĚ Apalagi setelah peristiwa hijrah. Masjid Nabawi terdapat banyak halaqah-halaqah ilmiyah ibarat taman-taman nan indah.

Visi pendidikan Rasulullah sangat jelas diantaranya mengkader guru-guru, misalnya : Mush’ab bin Umair, Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Muadz bin Jabal, siti Aisyah dan lain-lain. Karena islam untuk diajarkan dan disebarkan ke segala penjuru dunia,

Kebiasaan menuntuk ilmu semakin dibutuhkan setelah wafatnya Rasulullah, dari masa khulafa ur rasyidin hingga saat ini dan sampai nanti.

Fenomena Sekolah di Dunia

Boleh saja menelusuri asal muasal sekolah  zaman modern ini, namun tentu hal ini memerlukan kajian yang panjang dan mendalam. Penulis ambil benang merahnya saja. Berkembangnya agama islam terutama di zaman dinasti umayah sangat mengagumkan, dari Jazirah Arabiyah ke Benua Asia, Afrika kemudian Eropa.

Setuju Eropa saat ini dikatakan hebat.  Tapi  ketahuilah bahwa saat kaum muslimin memasuki Andalusia di abad 7 masehi,  masyarakatnya masih primitive hidup dalam kegelapan dan kebodohan.

Mereka menuntut ilmu pada orang islam, Sekolah Cordova adalah contoh bukti sejarah.  Alumni  dari sekolah dengan guru-guru muslim menyebar ke segala penjuru dengan membawa ilmu yang bukan hanya ilmu agama tetapi ilmu dunia (umum) misalnya kedokteran, konstruksi, seni, , sosial, kenegaraan, militer dan sebagainya.

Hingga saat ini orang Eropa dan dunia  berterima-kasih kepada para guru dan syekh, misalnya : ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al-Hatsami dan masih banyak lagi.

Jadi, kaum muslimin adalah pelopor pendidkan utama di dunia.

SIT

Sesungguhnya munculnya Sekolah Islam Terpadu sejak tahun 2000-an di Indonesia diharapkan  menjadi sebuah  solusi  pendidikan karena fenomena generasi bangsa dari hasil pendidikan yang ada  mencemaskan dan menghawatirkan, misalnya adanya pelajar yang tawuran, kebiasaan pergaulan bebas, mengonsumsi narkoba, tidak faham norma dan agama, ketertinggalan prestasi dan lain-lain.

Kehadirn SIT semoga menjawab persoalan  kekinian untuk memahami kebutuhan pendidikan yang  seutuhnya.   Setiap anak manusia wajib sekolah dan dengan dilengkapi pendidikan Islam Terpadu serasa menemukan sesuatu yang hilang modal mencapai kejayaan dan kemulyaan.

Terakhir segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.

author
No Response

Leave a reply "Mensyukuri Anugerah SIT"