Mengorkrestasi Kelas dengan Gubahan Lagu

No comment 180 views

Oleh Ali Irfan

Ternyata mengorkestrasi kelas itu bisa dimulai dengan hal-hal sederhana. Teringat pada satu kesempatan, Kepala Madrasah Wiyarso mengawali pembicaraan dengan menyanyikan lagu ‘naik-naik ke puncak gunung’. Yang tidak biasa dari lagu itu adalah karena dinyanyikan dengan dua bahasa : Bahasa Indonesia dan Bahasa Tegalan. Lagu ini semakin seru karena dinyanyikan seperti melakukan percakapan. Yang awal menyanyikan versi asli, kemudian para peserta melanjutkan lagu dengan bahasa Tegalan.

Naik-naik…Ning dhuwur gunung

Tinggi… Dhuwur nemen.

Naik..naik Ning Dhuwur gunung

Tinggi… Dhuwur nemen

Kiri ….tengan

Kulihat… ana

Banyak…wit-witan cemara.

Versi sebaliknya dari lagu tersebut bisa disimak seperti di bawah ini:

Manjat-manjat… ke puncak gunung

Dhuwur… tinggi sekali

Kiwa… kanan

Nyong weruh… ada.

Akeh… pohon cemara…

Cara menyanyikan gubahan lagu di atas bisa dinyanyikan bergantian antara guru dengan murid-murid atau bersama-sama secara klasikal.

Dari situ saya terinspirasi menerapkan pengalaman tersebut di kelas saat apersepsi di jam terakhir  mengajar. Biar suasananya hidup, anak-anak ‘lupa’ akan jam pulang, maka saya membuat pertunjukan spontan, atas ide yang melintas, dan mengandalkan improvisasi.

Kebetulan di buku pegangan anak ada sebuah lagu are you sleeping. Saya berpikir kalau lagu itu dinyanyikan seperti adanya itu biasa, bahkan sangat biasa. Maka saya melakukan terobosan! Ibarat pertunjukkan saya adalah actor yang menawarkan keserun di kelas, saya pemegang kendali kelas-kelas yang haus akan game-game.  Lantas saya katakan kepada mereka, “Lagu ini mau dinyanyikan pakai bahasa apa?”

“Bahasa Tegal…” teriak anak-anak.

Spontan saya menyanyikannya dengan Bahasa Tegalan

Apa koen turu, Apa koen turu

Kakang Jhon Kakang Jhon

Bel-e, uwis moni, Bel-e uwis moni

Dang ding dong, Dang ding dong

Tawa senyum menghiasi bibir anak-anak, mereka semakin terlihat cerah manakala menyanyi bersama-sama dengan Bahasa Tegalan.

Selesai lagu itu, saya bertanya lagi, “Mau dengan bahasa apa lagi lagu ini kita nyanyikan?”

“Bahasa Arab,” teriak anak-anak.

“Oke, dengarkan baik-baik, ya. Saya yakin kalian cepat hafal,” jawabku meyakinkan mereka.

Subhanallah, Subhanallah

Alhamdulilah, Alhamdulilah

Allahu Akbar, Allahu Akbar

Laailaahaillalah

Lagu di atas dinyanyikan seperti lirik are you sleeping.

Percakapan serupa terjadi, sampai akhirnya muncul banyak permintaan, “Bahasa Jepang!”, “Bahasa Arab  lagi!”

Lagu versi Jepang saya berimprovisasi materi lagu sebagai berikut :

Nobita Sizuka, Nobita Sizuka

Giant Suneo, Giant Suneo

Kue Dorayaki, Kue Dorayaki

Doraemon

Lantas saya menegaskan sebagai anak Muslim juga harus mengenal sahabat nabi yang terkenal sebagai khulafaurrasyidin.

Abu Bakar, Abu Bakar

Sahabat Nabi, Sahabat Nabi

Umar Usman Ali, Umar Usman Ali

Khulafaurasyidin

Anda berani mencoba? Silahkan! Ini temuan bersama. Gratis boleh dicoba siapa saja!

author
No Response

Leave a reply "Mengorkrestasi Kelas dengan Gubahan Lagu"