Romawi Card & Pendekatan Scientifik Ala Ustadzah Anita

Bayangkan saat anda mengajar wajah murid-murid kita terlihat bersemangat. Penuh rasa ingin tahu, dan sangat antusias menyimak apa yang kita sampaikan. Bayangkan kita melihat anak-anak kita terlihat menikmati kesibukan belajar. Kita melempar satu umpan, lantas mereka terlihat sibuk mengerjakan teka-teki yang harus mereka pecahkan.

Saya melihat pemandangan ini saat pelajaran Matematika yang diajarkan  oleh Ustadzah Anita Tryastuti. Anak-anak menyemut menghampiri gurunya, dan kompak menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan yang dilemparkan  gurunya. Ada yang menarik perhatian saya saat secara kebetulan menyaksikan kegiatan belajar mengajar itu.

Ustadzah Anita menunjukkan sebuah kartu bertuliskan angka romawi  yang disebaliknya bertuliskan jawaban berupa angka yang tertera bacaan romawi. Misalnya halaman pertama kartu itu bertuliskan symbol X, maka dibalik kartu itu, terdapat tulisan “10.” Penulisan angka tersebut tidak hanya memuat angka romawi 1-10, melainkan sampai ratusan, bahkan ribuan.

Ustadzah Anita mengatakan, saat menggunakan alat peraga kartu romawi, pemahaman anak-anak dalam membaca bilangan romawi terlihat meningkat tajam. Ini berbeda sekali ketika belum menggunakan alat peraga.

Menurutnya kartu romawi itu digagas sebagai media evaluasi. Awalnya menggunakan pendekatan scientific. Dalam pendekatan ini anak menemukan aturan penulisan bilangan romawi sendiri lewat umpan-umpan  yang telah diberikan. Umpan itu terdapat di permukaan tas kardus yang memuat soal dan kunci jawaban di tempat yang berbeda. Misal ada soal berapa jumlah ayat surat Alfatihah? Maka jawaban  yang tertulis menggunakan angka romawi. Ada lagi soal berapakah 10-6? Jawaban yang tertera di sebaliknya adalah IV, bukan IIII.

Proses pencarian mereka berlanjut pada penemuan-penemuan baru versi mereka ketika menemukan kenapa penulisan angka 9 dalam romawi bukan VIIII, melainkan IX, 40 bukan XXXX melainkan XL?. Kesimpulan pertama telah mereka dapatkan bahwa penulisan romawi maksimal menuliskan  tiga symbol yang sama.

Kesimpulan kedua anak-anak dapatkan, jika bilangan romawi yang lebih kecil di depan, maka menggunakan teknik pengurangan. Yang lebih kecil setelahnya gunakan  teknik  penjumlahan.

Sebagai contoh penulisan

40 itu XL. bukan XXXX. Itu diambil dari 50 (L) -10 (X).

49 itu tidak boleh IL. Tapi XLIX (Tidak boleh IL)

Dasarnya adalah sebagai berikut: X dan V hanya boleh dikurangi I. L dan C hanya boleh dikurangi dengan X. D dan M hanya boleh dikurangi C.

Standar kompetensi yang diajarkan memang hanya sampai angka 50. Tapi karena memungkinkan untuk pengayaan maka apa salahnya anak-anak belajar sampai ribuan, apalagi dengan cara yang menyenangkan.

Penggunaan alat peraga menjadi sangat penting untuk meningkatkan daya tangkap pemahaman anak-anak. Konsep kartu romawi yang dibuat Ustadzah Anita ini sebenarnya simple, bahkan sangat simple. Masing-masing kartu dibuat ukuran persegi ukuran 5×5 cm. di halaman pertama tertulis angka romawi, di halaman sebaliknya tertulis jawabannya.

Selebihnya anak-anak dipahamkan mengenai konsep membaca bilangan romawi termasuk penulisannya. Alat peraga kartu romawi berfungsi sebagai media untuk memudahkan membaca. Yang membuat tidak biasa tentang alat peraga itu, ratusan kartu tersebut tersusun dalam sebuah wadah yang terbuat dari kardus bekas yang dibuat model tas. Semua kartu dimasukkan di dalamnya. Hampir seluruh permukaan tas kardus tersebut dimanfaatkan juga sebagai space belajar. Ada yang bertuliskan soal cerita, kemudian disebaliknya pembahasan jawaban. Ada yang berupa soal menanyakan jumlah ayat sebuah surat dalam Al Qur’an.

Jadi, saat melihat alat peraga tersebut, dua pasang mata tak diberikan ruang secuilpun untuk melihat hal-hal yang tak berguna. Every space has its function, itulah konsep yang digagas Ustadzah Anita. Itulah karya Ustadzah Anita. Apa karya anda? (Ali)

author
One Response
  1. author

    dwi ghina widyawati4 years ago

    Foto aku dan teman-teman kelas 4c

    Reply

Leave a reply "Romawi Card & Pendekatan Scientifik Ala Ustadzah Anita"