Kelas IV Praktek Bisnis Penganan Singkong

5 comments 248 views

Oleh Ali Irfan

Jumat, 10 Oktober 2014 menjadi hari bersejarah dan paling sibuk bagi mereka. Kompor gas, baskom, parutan, dan panci langseng menghiasi kelas IV B dan IV C. Mereka sibuk dengan tugas yang sangat tidak biasa sebagai pelajar; memasak olahan singkong menjadi penganan yang bernilai jual tinggi. Aktivitas anak-anak yang tergabung dalam kelompok pun beragam. Ada yang mengupas singkong, memarutnya sampai halus, lanjut memarut kelapa, membuat adonan, mengepaskan rasa dengan resep rahasia, menggulung adonan ke dalam daun pisang, kemudian mengukusnya sampai matang.

DSC_0275_araf hakim

Ya, tugas mereka membuat kue mata sapi. Proses itu dimulai dari mengolah bahan mentah, memasak, kemudian memasarkannya. Hasilnya sungguh menakjubkan. Seluruh jualan mereka ludes terjual dalam waktu singkat. Anak-anak kelas VI sangat tertarik dengan penganan yang dibuat anak-anak kelas IV. Mereka bahkan menunggu kue itu saat masih dalam proses pemasakan.

Kegiatan di atas merupakan kegiatan praktek UTS (Ujian Tengah Semester) untuk spesifikasi mapel IPS pada KD 4.5. Menceritakan manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi.

Ada yang bertanya-tanya apa hubungannya kue mata sapi dengan KD IPS. Saya tegaskan, ada kaitannya! Coba kita lihat, bahan dasar penganan yang dimasak adalah singkong. Singkong itu tanaman yang tumbuh di lingkungan alam. Lewat perpaduan sosial dan budaya, manusia mengolahnya menjadi makanan yang bernilai ekonomi. Ini sekaligus sebagai bagian penerapan Kurikulum 2013 yang lebih menitikberatkan pada attitude (sikap) dan skill (ketrampian).

DSC_0325_araf hakim

Banyak pelajaran yang mereka dapatkan dari singkong. Anak-anak tidak hanya tahu bagaimana cara membuat penganan sendiri, tapi juga belajar berbisnis. Dalam lembar tugas dituliskan tentang pembagian tugas pengerjaan pembuatan kue. Bahkan di sana terdapat analisa bisnis, mulai modal yang dikeluarkan, memperhitungkan harga per satuan dari hasil kue yang dihasilkan, sampai pada tahap memasarkan kepada konsumen. Sebelumnya saya sampaikan kepada mereka, bahwa kakak kelas dan adik kelasmu adalah pasar. Mereka yanga kan membeli produk kalian. Well, endingnya adalah perhitungan ‘usaha,’ memperoleh laba atau rugi.

Sungguh, mereka begitu antusias meski ini merupakan pengalaman pertama. Antusiasme mereka menjadi hiburan tersendiri bagi saya. Kenapa? Karena saya melihat ada anak-anak yang mengupas singkong seperti mengupas mangga. Terlihat pula ketika mereka begitu semangat memarut kelapa, sementara kulitnya sama sekali belum dikerik, jadinya hasi parutan terlihat cokelat. Ada yang memarut singkong hampir satu jam tapi baru dapat 3 sendok. Ada yang berlebihan memberikan pewarna makanan, ada yang memilih warna singkong original. Ada yang nggak bisa membungkus rapi adonan, ada yang nggak bisa nyalain kompor, ada yang belum bisa membedakan tingkat kematangan dan berbagai kepolosan lainnya. Sungguh semua kepolosan itu menjadi hiburan gratis bagi saya, hahaha hahaha hahaha… ups! Maaf, kebablasan ketawanya.

Semangatlah yang membuat kalian menjadi tidak biasa, eh, luar biasa!

author
5 Responses
  1. author

    raufa4 years ago

    Sing motret juga gratis

    Reply
  2. author

    pawie4 years ago

    ternyata bisa, anak-anak kelas 4 bisa buat kue mata sapi dsri singkong … terima kasih ustadz sudah dikirimi dan enaaak nemen rasanya.
    sayang warnanya terlalu banyak … nanti kalau buat lagi ga usah pakai pewarna saja biar lebih enaaak lagi.

    Reply
  3. author

    al husna4 years ago

    wah… hebat…
    jajanannya ada yg ustadzah bawa ke rumah dan katanya enak juga.
    pada gk nyangka kalau ternyata yg mbuat anak-anak.

    Reply
  4. author

    al-frisi4 years ago

    Enak… enak… enak… pake banget.
    inget saya SD dulu juga begiru, bikin kue mata sapi.
    terus berkarya yah..

    Reply
  5. author

    Ali Irfan4 years ago

    Terimakasih juga saya sampaikan atas support orang tua yang telah mendukung praktek ini. Karena saya yakin, orang tua lah yang paling direpotkan karena harus merelakan kompor, baskom, parut di dapur di bawa ke sekolah, harus repot-repot mencari singkong di tengah langkanya singkong di pasaran.

    Reply

Leave a reply "Kelas IV Praktek Bisnis Penganan Singkong"