Melihat yang Tak Terjangkau oleh Mata

9 comments 294 views

DSC_0193 araf hakim

Kardus bekas pasta gigi, gunting, cutter, solasi, dan cermin berserakan di ruang kelas IV B. Anak-anak terlihat sibuk mengukur, memotong, dan mendesain sebuah bentuk. Mereka terlihat seperti ilmuwan yang akan mendesain sebuah alat teknologi sederhana.

Itulah gambaran yang terlihat saat pelaksanaan praktek dalam pembelajaran kelas IV B. Mereka sibuk mendesain sebuah periskop, sejenis teropong yang biasanya terdapat pada kapal selam untuk mengamati keadaan di permukaan laut. Periskop dapat digunakan untuk melihat benda yang berada di atas batas pandang. Dalam Bahasa Ayyash Abdurrahman, “Fungsi periskop untuk melihat objek yang tidak terjangkau oleh mata,” ungkapnya.

Kegiatan Praktek pembuatan periskop menurut Guru Kelas Amirrudin ini mengacu pada Kompetensi Inti (KI4) pada KD mengidentifikasi penerapan sifat-sifat cahaya dengan membuat karya yang memanfaatkan sifat cahaya.

Ia beralasan kenapa memilih periskop, karena dalam alat ini menerapkan fungsi cermin yang bisa memantulkan cahaya, meskipun terhalang oleh suatu objek. Bentuk perisop sendiri menyerupai huruf S yang lekukannya didesain lurus.

Hasilnya menakjubkan! Anak-anak bisa melihat objek yang terhalang oleh tembok! Ini terjadi karena adanya proses pemantulan cahaya yang dipantulkan cermin ke cermin lain. “Cara kerja periskop itu pantulan gambar objek dari cermin satu, memantulkan cahaya ke cermin kedua yang ditangkap oleh mata,” pungkas Amir.

author
9 Responses
  1. author

    pawie3 years ago

    Subhanallah … luar biasa
    barang bekas ternyata bisa jadi periskop karya yang kecil dan sederhana, tetapi merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi anak-anak. selamat

    Reply
  2. author

    Ali Irfan3 years ago

    Hari ini membuat karya sederhana
    Esok, membuat karya teknologi tingkat tinggi dari inspirasi momen-momen sederhana

    Reply
  3. author

    Raufa3 years ago

    Seru lagi kalau buatnya pake kardus lemari es. Bisa ga ya?

    Reply
  4. author

    Ali Irfan3 years ago

    Bisa, bisa-bisanya kepikiran kardus bekas lemari es, Pak Araf. Saya malah bisa saya bayangkan kalau sudah jadi pasti bisa buat meneropong kehidupan planet Mars Hahaha….

    Reply
  5. author

    Rayya Jasmine3 years ago

    Sungguh nikmatnya pembelajaran kurikulum 13 karena pendidik dituntut untuk lebih kreatif & inovatif sehingga anak didik selalu bersemangat dalam belajar yg tidak membosankan, go a head to MI Luqman Al Hakim yg telah menerapkan K13….mudah2an jngan diganti lagi yah kurikulumnya,

    Reply
  6. author

    TRI WIBOWO3 years ago

    Sungguh luar biasa siswa/siswi mi luqman al hakim,barang yang sudah tidak terpakai dijadikn barang yang bermanfaat.coba aj didunia ini semua orang berpikiran kaya siswa / siswi mi luqman al hakim..kemungkinan tidak ada lg brang bekas/sampah yg berceceran dijlnan atau dmna-mana lg..hahahaha

    Reply
  7. author

    daryono alfaruqi3 years ago

    semoga akan lahir ilmuwan-ilmuwan muslim kelas dunia di masa yang akan datang, khususnya dari alumni MI.LUQMAN ALHAKIM. amiin….

    Reply
    • author
      Author

      admin3 years ago

      Amin…

      Reply
  8. author

    Lakone3 years ago

    siapa dulu dunk gurunya….

    Reply

Leave a reply "Melihat yang Tak Terjangkau oleh Mata"