Yang Lucu dalam Momen Penuh Haru

6 comments 187 views

foto mabittAhmad Dani Nurjaisy sempat memilih tidur saat penyampaian materi berlangsung. Pilihan untuk tidur di atas karpet dipilih ketika materi yang disampaikan ust. Amir hampir mencapai klimaks. Ia yang sudah tak kuasa menahan kantuk karena terbiasa tidur selepas isya. Mungkin ini pengalaman pertama atau semacam kekagetan ketika hampir jam sebelas malam, matanya dipaksa masih terjaga.

Sebuah sesi ketika anak-anak diminta membayangkan wajah ibu sekaligus ayah. Dari yang mulai muda sampai menua, dari yang hidup sampai mereka tiada. Sontak imajinasi mereka langsung mengarah pada sosok ibu. Sosok yang telah memberi tanpa meminta balasan. Ketulusan dan kasih sayang ibu yang tak tergantikan dengan yang lain. Tanpa diminta, satu persatu buliran air mata menetes di kedua pipi. Ada yang terisak, bahkan sampai ada yang tak kuasa meluapkan tangis.

Dani yang awalnya tertidur mendadak terbangun karena mendengar suara isak tangis teman-teman. Ia yang terheran-heran melihat teman-temannya menangis. “Hei, ada apa nih, kok pada nangis?” Tanya Dani kepada teman di sebelahnya. Pertanyaan Dani tak direspon oleh temannya. “Ada apa sih?” bertanya lagi, namun mendapatkan respon yang sama. Dicuekin. Pikirku, siapa suruh tidur saat acara? Kasihan juga, sampai akhirnya perhatiannya terpusat pada materi yang disampaikan Ust. Amir. Tak butuh waktu lama, air mata Dani pun ikut-ikut basah. Ia ikut menangis. Tanpa diberitahu siapapun ia sudah tahu jawaban atas pertanyaan yang ia lontarkan, kenapa menangis?

***

Memang acara mabit kali ini agak berbeda. Evaluasi mabit-mabit sebelumnya, jika acara selesai jam 9 apalagi sepuluh malam, besar kemungkinan mereka tak akan tidur karena asyik bercengkerama. Nah, untuk mengurangi itu, maka saya dan Ust, Amir bersepakat untuk meneruskan acara sampai larut malam. Tujuannya selain menambah wawasan keilmuan, mengasah kepekaan hati, agar anak-anak ngantuk dan selepas acara bisa langsung tidur untuk beristirahat, sebelum dibangungkan untuk shalat malam, menjelang subuh.

Akhirnya kami berbagi tugas. Saya kebagian mengisi sesi pertama dimulai dari jam delapan sampai jam sepuluh malam, berupa sesi motivasi agar bisa menjadi anak hebat, sukses, dan bisa membanggakan orang tua, rasul dan Allah. Sesi berikutnya dibawakan Ust, Amir yang lebih menitikberatkan pada character building dan birul walidain.

Misi kami tercapai. Acara selesai sekitar setengah dua belas malam. Acara diakhiri dengan muhasabah diri dan mengingat-ingat bakti seorang anak terhadap orang tuanya. Inilah satu sesi penuh haru, dimana saya menemukan pengalaman lucu terhadap sosok Ahmad Dani Nurjaisy. Mempertanyakan kenapa teman-temannya pada nangis, sambil senyum, eh, malah sendirinya ikut-ikutan nangis.

author
6 Responses
  1. author

    raufa3 years ago

    Dani… Dani…
    Keren.Menanamkan kecintaan terhadap Islam sejak dani.

    Reply
    • author

      Ali Irfan3 years ago

      Woi, woi…Sejak diniii!!!

      Reply
  2. author

    pawie3 years ago

    Semoga kalian semua jadi anak yang berbakti kepada ALLAH, RASULULLAH, ORANG TUA DAN GURU

    Reply
    • author
      Author

      admin3 years ago

      Amiin.

      Reply
  3. author

    al husna3 years ago

    subhanallah, luar biasa…
    smoga hal trsbt akan terus membekas dlm kehidupan sehari-hari mereka.
    bahkan, ada seorang wali murid juga yg bercerita kpd sy bahwa sepulang dari kegiatan mabit tsb, sang anak langsung memeluk orgtuanya lalu menyampaikan surat cinta utk mereka (dibuat setelah penyampaian materi).
    sontak, sang ibu langsung menangis membaca surat cinta tsb.
    sy pun yg awalnya malam itu tak ingin menangis akhirnya ikut-ikutan juga krn melihat mereka menagis dengan kepolosannya.
    sukses selalu utk mi luqman al hakim, semoga terus semangat utk mencetak generasi yg sholeh dan sholehah. berbakti utk agama, orgtua, dan bangsa.

    Reply
  4. author

    Muhammad Naufal3 years ago

    Kerenn (y)

    Reply

Leave a reply "Yang Lucu dalam Momen Penuh Haru"