Asahlah Kapakmu!

5 comments 372 views

Oleh Sutowijoyo

DSC_0314Alkisah di sebuah desa tinggal seorang penebang kayu. Menurut kabar yang beredar, dia bisa menebang sampai ratusan pohon tiap bulannya hanya dengan menggunakan kapak miliknya. Selain dikenal sebagai penebang kayu, ia juga dikenal sebagai orang yang bijak. Di suatu hari yang cerah, dimeriahkan dengan kicauan burung kutilang, datanglah seorang pemuda dari desa dibalik bukit.

Sang Pemuda pun menghadap bapak penebang kayu, sambil berkata, “Perkenalkan saya Hamzah, seorang penebang kayu seperti Bapak. Sudah tiga bulan terakhir ini kayu yang saya tebang semakin menurun. Enam bulan lalu saya bisa menebang 200 pohon tiap bulannya, lima bulan lalu 150 pohon, empat bulan lalu 100 batang. Tapi mulai tiga bulan lalu saya hanya bisa menebang  50 pohon, lalu menurun menjadi  30, dan bulan ini menjadi 20 batang. Menurut bapak apa yang terjadi pada saya?”

Bapak penebang pohon terdiam beberapa jenak, dan bertanya,

“Sudahkkapak kayuah kamu asah kapakmu?”

Hamzah terhenyak dan langsung menjawab, “Belum pernah.”

“Kapak itu merupakan suatu simbol dalam kehidupanmu, asahlah kapakmu itu secara rutin agar kita bisa memakai dan menguasainya dengan baik. Tidak hanya kapak yang menjadi alat penebang saja yang perlu kita asah, tapi juga kapak yang ada di dalam kepala kita ini.” Ujar sang penebang pohon.

“Saya memang lupa mengasah kapak yang saya pegang ini. Tapi, saya masih belum mengerti kapak yang ada di kepala. Apa itu maksudnya, Pak?” tanya pemuda itu.

“Itu otak kita. Kita harus terus mengasah otak agar terus produktif. Ingat, otot kita mungkin akan semakin mengendur jika kita semakin tua, tapi otak kita tidak. Teruslah mencari ilmu dan menerapkannya karena dengan demikian, kita sama saja dengan mengasah otak kita terus menerus, dan pemikiran kita pun semakin tajam,” jawab Pak Tua.

“Baiklah, Saya mengerti. Terima kasih atas pencerahannya, Kek” jawab sang Pemuda sambil sedikit membungkukkan tubuh sebagai tanda hormat.

Percakapan antara bapak penebang pohon dan sang Pemuda merupakan potret kecil sekelumit kehidupan kita, dimana terkadang kita sebagai pendidik seringkali abai untuk mengasah kemampuan diri. Banyak diantara kita yang mungkin merasa diri sudah cukup ilmu, padahal ilmu itu tanpa batas.

author
5 Responses
  1. author
    Author

    admin4 years ago

    Jangan-jangan kita ga pernah mengasah kapak.

    Reply
  2. author

    Ali Irfan4 years ago

    Kapak perlu diasah
    Otak pun perlu diasah
    Jadi kapak = otak?

    Reply
  3. author

    Afra4 years ago

    Untuk lebih tajamnya otak kita, belajar dan jangan lupa makan makanan yang mengandung nutrisi untuk otak kita. Betul, Pak Ali?

    Reply
  4. author

    Ali Irfan4 years ago

    yang tak kalah penting selain belajar, adalah doa, dan kedekatan kita dengan Allah, juga orang tua. Jika memang sangat dibutuhkan asupan nutrisi otak, ya, yang saya tahu hanya Omar Smart Brain. Yang lain saya ga tau,

    Reply
  5. author

    humam4 years ago

    semakin kita dekat dengan allah kita semakin dimudah kan urusannya!

    Reply

Leave a reply "Asahlah Kapakmu!"