Kata-kata Paling Populer di Dalam Kelas

2 comments 151 views

Oleh Ali Irfan

ali irfan

Ustad, boleh minum?

Ustad, dari sini?

Ustad, boleh makan? Memang sudah saatnya istirahat

Ustad, kerjakan sekarang? (Padahal sudah ada instruksi mengerjakan)

Ustad, boleh istirahat? (padahal sudah waktu sitirahat)

Ustad, boleh lihat buku?

Ustad, ditulis?

Ustad boleh diluar?

Ustad boleh kerjasama? (padahal kelompok)

Sadar atau pingsan, kalimat-kalimat di atas sering terdengar oleh sebagian guru saat mengajar di kelas. Hampir setiap hari guru-guru MI Luqman Al Hakim sering mendengar kata-kata itu terucap dari sebagian besar murid-muridnya. Bari dari kelas atas apalagi kelas bawah.

Ungkapan itu terlontar spontan, begitu saja terucapkan ketika guru sudah memberikan penjelasan, bahkan dengan penjelasan amat jelas sekalipun.

Guru-guru yang kurang bisa memahami bahasa anak, mungkin akan memberikan ekspresi kekesalan yang begitu mendalam. Bisa jadi pertanyaan retoris itu akan dijawab,

“Nggak!”,

“Kamu tadi nggak denger ustad menjelaskan apa?”

“Tadi waktu ustad menjelaskan, kamu kemana?”

Tapi itu tidak terjadi sama guru-guru sini. Saya sangat yakin itu.

Guru-guru sudah menganggap itu sebagai hal yang khas anak. Bahkan kerap kali lontaran-lontaran pertanyaan itu bisa menjadi sebagai bahan ngerjain, dengan maksud mengakrabkan diri. Betapa tidak? Kalau kita lihat dari sudut pandang ilmu semantik, pertanyaan-pertanyaan itu masuk kategori pertanyaan retoris, kalimat yang sebenarnya tak memerlukan jawaban, karena yang bertanya sebenarnya sudah tahu jawabannya.

Tidak jarang itu para guru merespon pertanyaan itu dengan kelakar. Seperti misalnya contoh percakapan berikut.

“Ustad, boleh minum?”

“Yang nggak boleh itu nggak minum selama tiga hari.”

“Ustad, dari sini?”

“Nggak, mulai dari gerbang masuk sekolah.”

“Ustad, boleh makan?”

“Boleh, asalkan semua teman sekelas kebagian makanan yang kamu makan.”

“Ustad, boleh istirahat?”

“Istirahat mah nanti di Syurga.”

(padahal sudah masuk waktu istirahat, kelas sudah selesai)

“Ustad, boleh lihat buku?”

“Bagaimana bisa, kamu ngerjain tugas sambil lihatin buku?”

“Ustad, itu ditulis?”

“Nggak, dimakan.”

(Padahal perintahnya, sekiranya penting silahkan dicatat)

“Ustad boleh diluar?”

“Boleh, sekalian cari saja ular!”

“Ustad boleh kerjasama?”

“Nggak harus kerjasama, yang penting semua punya peran untuk menyelesaikan tugas.”

(padahal perintahnya adalah kerja kelompok)

“Ustad boleh pakai pensil?”

“Nggak, pakai spidol.”

(Padahal tak sekalipun guru melarang anak menulis pakai pensil apalagi pulpen)

“Ustad, kerjakan sekarang?”

“Habis lebaran,” diucapkan mirip ekspresi tokoh dalam film kartun Sopo Jarwo.

Itulah bahasa anak-anak. Ketika di sekolah mereka menyimpan dua kemungkinan. Mencari perhatian atau minta diperhatikan. Ketika perhatian tak didapat dari gurunya, ya bisa-bisanya mereka akan mencari perhatian. Ketika perhatian tak mereka dapatkan di kelas, pasti mereka akan mencari-cari perhatian gurunya di kantor.

Perhatian memang menarik bagi anak-anak, karena selalu dicari terus oleh mereka. Siapa sih sebenarnya sosok bernama perhatian itu? Ada yang tahu?[]

author
2 Responses
  1. author

    joy3 years ago

    itulah mereka yang ingin perhatian lebih dari kita, sikapi saja dengan positif. syukur kita kembangkan komunikasi yang lebih terarah &memotifasi mereka, karena mereka lebih dulu membuka komunikasi.

    Kalau kita perhatikan ,anak dari tempat duduk yang paling belakang melangkah maju menuju tempatnya ustadz,kemudian tanya sama ustadz “boleh istirahat ustadz?” saya yakin mesti ada maksud ingin diperhatikan ,ingin ada komunikasi, ingin disapa, ingin ditanya keadaan dirinya, ingin lebih dekat dan ingin-ingin yang lain .

    Reply
  2. author

    Win3 years ago

    Kwkwkkwkwk….
    Baca tulisan ini sambil membayangkan anak-anak di sekolah bikin ketawa terpingkal-pingkal sendiri.
    Wakwaw…..mau ke jonggol nyari bapak

    Reply

Leave a reply "Kata-kata Paling Populer di Dalam Kelas"