Harapan Sekaligus Tantangan Sekolah Islam Terpadu

Oleh Wiyarso, M. PdI

DSC_0414Sekolah Islam Terpadu (Islamic Full Day School) lahir dari keprihatinan mendalam akan nasib dan masa depan pendidikan tanah air. Masuknya arus globalisasi dan pasar bebas tidak hanya memberikan harapan kemudahan fasilitas hidup, namun memberikan dampak serius pada perkembangan peradaban akhlak manusia. Kita menjadi sasaran tembak negara-negara maju untuk menancapkan kuku-kuku kekuasaannya lewat penguasaan teknologi dan pasar paling mengiurkan.

Bisa kita lihat saat ini handphone menjadi pegangan semua orang, internet sudah masuk ke rumah-rumah. Masyarakat menjadi pecandu teknologi. Pagi hari sarapan masyarakat kita adalah televisi, sabahat anak-anak kita adalah televisi, mainan anak kita adalah game online, remaja kita lebih akrab berkomunikasi via sms, email, facebook, twitter, dan bbm. Akibatnya terjadi perubahan sosial, gaya hidup, dan norma sosial. Lahirlah manusia-manusia sok sibuk, yang tak mengenal lingkungan sosial, serta melahirkan remaja-remaja rapuh yang krisis idola.

Kalau tahun 1990’an anak-anak remaja desa kita sudah merasa nyaman, tidak merasa berdosa menikmati narkoba, free sex, hilang rasa malu berbuat dosa. Maka derasnya arus teknologi bisa memprediksi kondisi anak remaja kita sekarang ini. Tawuran terjadi dari tingkat antar pelajar sampai ke gedung terhormat, menyakiti orang menjadi kebanggaan, kebohongan yang membudaya, korupsi menjadi biasa, dari pejabat negara sampai pejabat desa.

Dari kondisi sosial masyarakat sekarang, dan rasa tanggungjawab kelestarian norma agama serta kemanusiaan untuk melahirkan kembali kejayaan umat Islam, maka Sekolah Islam Terpadu hadir pada tahun 1993 di Yogyakarta. SIT hadir sebagai mitra pemerintah mencetak generasi muda yang berkarakter lewat dunia pendidikan.

DSC_0121Pendidikan Sekolah Islam terpadu adalah sekolah yang mengimplementasikan konsep pendidikan Islam berlandaskan Qur’an dan Sunnah Rasul. Yaitu Islam yang syamil mutakamil (Universal & Integral), Islam yang menjadi rahmatan lil alamin. Sekolah yang berupaya mencetak manusia yang memiliki pemahaman yang utuh tentang tugasnya sebagai hamba Allah yang mempunyai kewajiban ubudiyah kepada sang Pencipta (khablum minallah) dan tugas sebagai khalifah yang berkewajiban untuk memakmurkan bumi.

Dalam tataran idealita SIT ingin membentuk manusia “Ulul Albab” (QS 3 : 190-191) yaitu orang-orang yang hatinya senantiasa terpatri dengan Allah SWT meskipun dalam keadaan berdiri, duduk maupun berbaring dan orang-orang senantiasa memikirkan penciptaan alam semesta langit dan bumi. Selalu menganalisa, memikirkan dan merenungkan penciptaan langit dan bumi seraya memuji dan menyucikan Allah SWT.

Potret yang ingin dicetak dari hasil pendidikan Sekolah Islam Terpadu adalah menghadirkan kembali budaya Islam yang menjadi gerbong peradaban dunia yang melahirkan tokoh-tokoh dunia seperti Ibnu Khaldun, Ibnu Hayyan, Al Jabbir, Al Batani, Ibnu Maskaweh, Imam Ghozali, dan Ibnu Sina. Merekalah penghulu perabadan dunia modern saat ini yang menyumbangkan banyak khasanah ilmu pengetahuan ke berbagai penjuru dunia. Mereka lahir dari kejayaan dan perabadan Islam yang rahmatan Lil alamin mereka faqih dalam ilmu pengetahuan dan faqih dalam ilmu agama.

Pelajaran yang dipelajari di SIT sesungguhnya pelajaran untuk menggali ilmu Allah yang ada dalam Al Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW (qauliyah), serta menggali menganalisa dan menemukan ilmu Allah yang terbentang luas di langit dan bumi (ayat qauniyah) sehingga tidak ada dikotomi antara ilmu umum dan ilmu agama. Substansi inilah yang harus dipahami guru-guru Sekolah Islam Terpadu. Ciri guru SIT adalah guru yang siap berdakwah dan siap menerima dakwah, siap memperbaiki diri dan siap memperbaiki orang lain.

Terkait dengan pemberlakuan kurikulum 2013, SIT selalu siap mengawal kurikulum yang diberlakukan oleh pemerintah tentunya dengan tidak meninggalkan kekhasan SIT seperti pendidikan karakter. SIT komitmen dalam implementasikan pendidikan karakter di semua kegiatan baik intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler.

Mengingat bahwa pendidikan sesungguhnya bukan hanya transfer knowledge (ilmu) tetapi merupakan proses transfer value (nilai), tidak hanya mengoptimalkan potensi akal saja tetapi berupaya menggali dan mengembangan seluruh aspek yang ada dalam diri manusia yaitu aqliyah, ruhiyah dan jasadiyah dengan berbagai macam pola pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan usia perkembangan anak didik.

Maka dikembangkan pembiasaan dalam kegiatan intrakurikuler. Guru terus berupaya memberikan nasehat dan arahan tentang akhlakul karimah lewat proses pembelajaran di kelas baik dalam content materi pelajaran maupun dalam pengelolaan kelas.

Setiap kegiatan wajib berpedoman kepada pencapaian 10 tujuan pendidikan Sekolah Islam Terpadu (pendidikan karakter) yang meliputi akidah yang bersih, Ibadah yang benar, pribadi yang matang, mandiri, cerdas dan berpengetahuan, sehat dan kuat, bersungguh-sungguh dan disiplin, tertib dan cermat, pintar mengatur waktu, dan bermanfaat bagi yang lain. []

author
2 Responses
  1. author

    Ali Irfan3 years ago

    Majulah, majulah SIT tercinta, majukan pendidikan Indonesia…

    Reply
  2. author

    raufa3 years ago

    Sekolah Islam Terpadu saat ini menjadi pilihan tepat orang tua sebagai ikhtiar untuk menjadikan anak-anaknya sholih sholihat.

    Reply

Leave a reply "Harapan Sekaligus Tantangan Sekolah Islam Terpadu"