Yang Baik itu Menyegerakan, Bukan Tergesa-gesa

Oleh Araf Hakim

Sepasang suami istri berusia senja hidup berdua jauh dari perkotaan. Sehari-hari mereka bercocok tanam di sebuah kebun belakang rumah. Sebenarnya mereka punya banyak anak, namun semua anaknya sudah berkeluarga. Mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Demi mengusir rasa sepi, mereka memelihara seekor kucing yang dipelihara dan mereka rawat sejak kecil, bahkan sampai dianggap anak sendiri.

Suatu hari, anak pertamanya datang ke rumah bersama istri dan anaknya yang masih bayi. Betapa senang hati kakek karena bisa melihat cucu kesayangannya.

“Ayah, maaf baru bisa berkunjung, banyak pekerjaan di kantor,” jelas sang anak.

Sang kakek tidak tertarik dengan perkataan anaknya. Ia teramat bahagia dengan kehadiran cucunya, menggendong, memeluk, bahkan menciumi cucu tercinta.

Beberapa saat kemudian…..

“Maaf, Ayah. Kami ada keperluan sebentar, tolong jaga dedek, ya,” pamit sang anak.

“Tidak apa-apa. Kau pergilah saja. Biarkan anakmu bersamaku,” jawab kakek, yang masih terlihat bahagia menimang cucu.

Mereka asyik bercengkerama dengan cucu tercinta. Sampai akhirnya bayi itu tertidur. Tak mau menganggu kenyamanan tidurnya, kakek meletakkan cucunya di atas dipan yang telah disiapkan. Kanan kirinya diberi bantal, untuk melindunginya agar aman. Dilekatkanlah selimut agar cucunya merasakan kehangatan sekaligus kenyamanan.

Saat cucu tercinta tertidur, dan sudah merasa aman, mereka pergi ke belakang rumah untuk memetik sayur untuk masak menu makan siang.

Tepat saat keduanya baru beberapa saat di kebun, seekor ular besar masuk ke rumah. Kehadiran ular tersebut sama sekali tak diketahui sang kakek. Ular tersebut menyelasar menuju tempat di mana cucunya terlelap. Ular itu siap membelit dan menelan mangsa. Namun, suara desisannya membangunkan kucing yang tidur di tempat yang sama. Sadar ada bahaya yang mengancam sang bayi, kucing tersebut langsung melompat ke atas tempat tidur. Terjadilah perkelahian hebat antara kucing dan ular. Dengan susah payah, akhirnya kucing berhasil mengalahkan dan membunuh ular meskipun menderita luka yang amat parah. Cucu kakek ini selamat. Kucing ini berjalan keluar kamar dengan mulut yang berlumuran darah. Dia ingin memberi tahu sang kakek atas peristiwa cucunya yang hendak dimangsa ular.

Sampai depan pintu rumah, kakek dikejutkan dengan pemandangan yang tidak biasa. Kucing kesayangannya berlumuran darah. Pikir kakek, telah terjadi sesuatu pada cucunya, dan menganggap kucing yang selama ini ia rawat sebagai pelakunya. Ia pun beringas, dan langsung langsung memukul kucing ini dengan sangat keras hingga kucing ini mati terkapar.

Segera kakek menuju kamar. Ia lebih terkejut lagi karena menemukan bangkai ular besar di samping cucunya yang masih terlelap tidur. Ia begitu menyesal, telah melakukan tindakah gegabah terhadap kucing yang sebenarnya telah menyelamatkan cucunya.

***

Tergesa-gesa. Sikap ini memang kerap kita lakukan. Kurang perhitungan, tanpa analisa, langsung tabrak. Berpikir bagaimana nanti, bukan nanti bagaimana yang seringnya berujung penyesalan. Cobalah untuk bersabar, pertimbangkan sebelum melakukan sesuatu. Memang, kita diperintahkan untuk bersegera dalam melakukan kebaikan, tetapi tetap tidak tergesa-gesa.

Suatu hari, saat Rasulullah SAW shalat, beliau mendengar suara gaduh di belakang. Seusai shalat Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, apa gerangan yang telah terjadi, sehingga terdengar suara gaduh pada saat shalat? Para sahabat menjawab: “Kami tergesa-gesa mendatangi shalat”. Rasulullah SAW kemudian bersabda: ” Jika kalian mendatangi shalat hendaklah kalian (berjalan dengan) tenang. Ikutilah raka’at yang dapat kalian ikuti dan sempurnakanlah raka’at yang tertinggal.” (HR Bukhari Muslim). Wallahu a`lam.

author
2 Responses
  1. author

    Ali Irfan3 years ago

    Jadi ingat dua istilah ini, “menyegarakan,” dan “tergesa-gesa” sama-sama ingin ambil prioritas, tapi lebih punya makna positif “menyegerakan”. Judulnya keren, salut sudah mau nulis. Tak kalah sama hasil jepretannya, hahahha…

    Reply
  2. author

    Ust. habib3 years ago

    tulisan yg menyegarkan.

    Reply

Leave a reply "Yang Baik itu Menyegerakan, Bukan Tergesa-gesa"