Panas dan Hujan Saat Mukhoyam, Cuaca Tetaplah Bersahabat

DSC_0248

miluqmanalhakim.com “Ada kondisi anak ketika hujan tiba, semua barang bawaannya basah. Ini berarti penyiasatan diri perlu dikaji ulang. Ada kondisi anak yang meskipun hujan deras tiba-tiba turun, tapi barang-barang bawaannya tetap kering, meskipun kehujanan. Ini artinya anak tersebut sudah bisa menyiasati keadaan, cuaca hujan sudah diprediksi, tapi karena persiapan yang sudah matang, sehingga cuaca tidaklah menjadi kendala. Hujan ini juga makhluk Allah, jadi sama sekali bukan rintangan, apalagi menjadi penyebab gagalnya acara yang telah kita siapkan jauh-jauh hari,”
Pesan Kak Wiyarso saat penyampaian materi Ma’rifatullah begitu mengena di hadapan anak-anak peserta mukhoyam.
Pesan tersirat dari Kak Wiyarso bisa disimpulkan bahwa seperti apapun cuaca bagi peserta mukhoyam tetaplah bersahabat. Hujan yang mengguyur deras saat malam pertama mukhoyam membawa pelajaran termahal bagi anak-anak. Mereka jadi lebih akrab dengan penduduk setempat. Pantang bagi mereka untuk pulang, niat mereka untuk menuntaskan kegiatan mukhoyam telah bulat.

DSC_0355 DSC_0461
Mukhoyam memang acara paling ditunggu-tunggu setelah mabit, dan buka puasa sunah bersama. Selain bersentuhan langsung dengan alam, anak-anak juga bisa berinteraksi langsung dengan warga setempat. Kak Sofan dari Kwarcab Tegal bahkan menyebut pramuka sebagai pendidikan paling efektif dalam membentuk karakter anak.
Pernyataan Kak Sofan memang benar. Bahkan kakak-kakak panitia telah mendesain acara sedemikian rupa dalam kegiatan mukhoyam ini yang lebih menitikberatkan pendidikan karakter. Seperti misalnya tidak meninggalkan kewajiban shalat sepadat apapun jadwal kegiatan. Memasak sendiri untuk memenuhi keukhoya,butuhan nutrisi.

DSC_0148

DSC_0055

Kak Wiyarso sangat mendukung tentang penerapan pendidikan karakter. Bahkan ia berpesan agar kegiatan teknis tidak menjadi muatan terbesar dalam kegiatan kepramukaan. Yang harus menjadi titik tekan adalah bagaimana agar kegiatan perkemahan ini menjadi pelajaran terbesar untuk membentuk karakter anak-anak. Ini sejalan dengan apa yang disampaikan bapak Pandu Dunia Boden Powel. Kemah pindah golongan ini dilaksanakan mulai hari Rabu tanggal 18 dan akan ditutup pada Jumat pagi 20 Maret 2015.  (foto Araf Hakim)

author
One Response
  1. author

    Fathiyah Hanan3 years ago

    Keren….bgs2 tapi aku ga kelihatan…. :'(

    Reply

Leave a reply "Panas dan Hujan Saat Mukhoyam, Cuaca Tetaplah Bersahabat"