“Strengt Based Aproach Technics.”

No comment 214 views

Hari640xauto-anak-yang-dekat-dengan-ayah-punya-iq-lebih-tinggi-1205288-1 ini saya baru saja selesai mengambil laporan hasil belajar anak alias Rapot di sekolah. Ada pemandangan yang menarik di sekolah., Terlihat seorang ayah sedang habis-habisan memarahi anaknya setelah nilai bahasa indonesia anaknya ini kurang atau ‘merah’ di rapot yang baru saja diterima di akhir tahun pelajaran.

 

Sang ayah terlihat begitu marah walaupun nilai mata pelajaran yang lain tidak ada yang ‘merah’. Kasihan si anak.

 

tapi inilah yang sering terjadi, kita lebih suka melihat dan memelototin satu nilai yang ‘merah’ dari pada memberikan pujian atas nilai-nilai bagus yang lain.

 

Begitu pula kadang kita begitu sibuk dengan menyesali kekurangan yang kita miliki dari pada memberikan perhatian kepada kelebihan yang ada.

 

cara pandang melihat kekurangan memang akan selalu lebih mudah dari pada fokus kepada kelebihan, itulah mengapa lebih banyak orang yang mudah memberikan kritik dan mencaci dari pada menyebutkan apa kelebihan yang dimiliki orang lain..apalagi memberikan pujian dan sanjuangan atas kelebihannya..

 

Tulisan kali ini dibuat bukan mengajak kita untuk tidak perlu perfek dalam bekerja,bukan juga untuk memaklumi kekurangan-kekurangan yang datang kepada kita. namun saya ingin mengajak anda untuk mengantisipasi kondisi yang tidak selalu sempurna yang datang kepada kita. bagaimana kondisi yang penuh dengan kelemahan ini kita olah hingga menjadi kekuatan masa depan. Pendekatan inilah yang disebut strengt Based Approach (Pendekatan berdasarkan Kekuatan).

 

Dalam konteks organisasi, Mentalitas yang merujuk pada kelemahan serta kesalahan, dan kultur yang berorientasi pada kekurangan (deficit-based approach) akan membuat setiap anggota organisasi kemudian merasa letih, lantaran berpikir organisasinya penuh dengan masalah dan kekurangan.

 

solusinya adalah seperti ini : ajaklah manajemen atau rekan/atasan Anda untuk mulai sekarang berfokus pada kekuatan yang telah ada pada tim kerja, atau pada prestasi bagus yang pernah dikerjakan.

 

Identifikasi proses kerja atau program yang pernah dijalankan dengan sangat berhasil. Gali apa saja faktor yang membuat sukses: mengapa program dan proses kerja itu berhasil dan bagus hasilnya.

 

Dalam setiap rapat, rayakan dan sebarkan kunci sukses itu; dan lalu duplikasikan untuk proses dan program kerja lainnya. Ini akan JAUH lebih bagus dibanding melakukan rapat yang penuh dengan “problem-problem dan problem” atau “yang-salah-adalah-bagian/departemen-lain”.

 

Dalam konteks personal, solusinya adalah seperti ini : renungkan kekuatan/kelebihan apa yang kira-kira Anda miliki. Akan lebih baik jika kelebihan ini sudah bisa dibuktikan (proven) dalam prestasi kerja yang pernah Anda lakukan. Kalau Anda ragu, bisa juga minta teman atau rekan kerja Anda yang sering berinteraksi dengan Anda untuk menyebut dua atau tiga kalimat positif tentang Anda. Jika Anda sudah paham dan yakin dengan your strenghts, maka spend your energy and time sebanyak-banyaknya untuk memekarkan kekuatan Anda itu.

 

Ahh….Dari pada kita menyesali bahwa mawar yang cantik itu berduri, lebih baik kira syukuri bahwa duri yang tajam itu memiliki mawar yang cantik….

 

Kenali, gali potensi anda, dan ledakkan..

Selamat mencoba dan Salam Sukses…

 

Fitra Jaya Saleh.

author
No Response

Leave a reply "“Strengt Based Aproach Technics.”"