Mengasah Skill Kreatif Secepat Kilat

2 comments 266 views

DSC_0303

Mengukur, memotong, menempel, dan mendesain barang bekas kotak shuttlecook, menjadi salah satu aktivitas paling sibuk dan cukup menyita banyak perhatian dari peserta sanlat MI Luqman Al Hakim. Sesi ini menjadi ajang bagi siswa untuk melatih daya kreativitas mengolah barang bekas menjadi barang bernilai ekonomis.

“Dari barang bekas itu akan diolah menjadi celengan. Modal yang dibutuhkan hanya Rp.2.500, tapi produk yang sudah jadi bisa dijual antara lima sampai sepuluh ribu rupiah,” kata Ust. Wigiyatno, pelatih kreasi barang bekas.

Hasilnya menakjubkan! Karya-karya anak sangat memukau, menarik, dan punya cita rasa seni yang tinggi.

DSC_0072

Sanlat MI Luqman Al Hakim diselenggarakan pada 9-10 Juli 2015. Tahun ini mengambil tema Menghafal Cepat Bacaan Shalat, dan Kreativitas. Sesi pertama adalah motivasi story telling dari Kampung Dongeng Tegal, yang dibawakan Kak Soli, dari Kampung Dongeng Tegal. Sesi kedua diisi dengan Menghafal Cepat Asmaul Husna, urutan bersama artinya yang dibawakan Ust. Ali Irfan, sedangkan materi ketiga adalah tentang bacaan shalat yang disampaikan Ust. Nur Khozin.

Ust. Kuharyanto menyampaikan sanlat ini bertujuan selain untuk meningkatkan wawasan dan kedisiplinan dalam beribadah, tapi juga untuk meningkatkan skill kreativitas lewat kreasi barang bekas. “Memang menjadikan anak saleh tidak cukup hanya lewat sanlat, tapi inilah perjalanan untuk mencetak anak-anak saleh,” ungkapnya.

DSC_0548

Selain acara pesantren kilat, MI Luqman Al Hakim juga menyelenggarakan kegiatan bakti sosial . Acara baksos kali ini menurut Ust. Kuharyanto, meliputi kegiatan pengobatan gratis, pembagian paket sembako, dan bazaar pakaian pantas pakai. “Semua materi baksos dihimpun dari siswa-siswi MI Luqman Al Hakim yang disalurkan pada warga yang membutuhkan, ini menjadi momentum anak belajar berbagi,” ujar ustad yang pandai mengaji ini.

DSC_0621DSC_0915

Sebanyak 350 paket dibagikan kepada warga Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara. Sementara pakaian pantas pakai dibazaarkan kepada warga setempat. “Seluruh hasil penjualan,kembali kepada warga untuk kepentingan pembangunan mushola setempat,” pungkas Kuharyanto.

author
2 Responses
  1. author

    Muhammad Alwan Septiawan3 years ago

    Aku sangat senang ketika pesantren kilat tanngal 9 juli 2015

    Reply

Leave a Reply to Muhammad Alwan Septiawan Cancel reply