Dr. Suswono, “Sepanjang Memenuhi Kualifikasi, Kita Tetap Terbaik”

Mantan Menteri Pertanian era SBY, Ir. H. Suswono, MM memberikan suntikan semangat di hadapan para guru dan staff Yayasan Ulin Nuha Kabupaten TegalDSC_0209. Beliau yang tak lain adalah pembina berkesempatan hadir dalam kesempatan Gathering Keluarga Besar Yayasan pada (15/8) di Aula Convention Hall STIKES Bhamada.

Hadir pada kesempatan itu seluruh pengurus dan pembina Yayasan seperti Abdul Fikri Faqih selaku pembina yayasan, dan ketua yayasan Agus Kharir, S. Pd.

Dalam sambutannya Suswono menyisir salah satu rangkaian dari surat Ali Imron 133-150. “Kalau kita dalami, benar-benar memberikan dampak luar biasa,” ungkapnya. “Ayat itu menyimpan harapan kita menjadi orang-orang yang muttaqin.”

Salah satu medianya, menurut Suswono adalah bersegera memohon ampunan Allah, agar dihapus dosa-dosanya. Segera bertaubat. Menurutnya hampir ayat-ayat yang kaitannya dengan ibadah muaranya bertakwa. Dalam konteks ibadah, tidak bisa kita pisahkan antara mahdoh dan ghairo mahdoh. Dalam konteks menjalankan peran atau kerja-kerja kita di yayasan, apapun yang kita lakukan jangan sampai asal-asalan, karena ini bagian dari ibadah.

DSC_0233Suswono menyampaikan setidaknya ada dua syarat. Pertama adalah niat yang ikhlas. Kedua adalah sesuai syariat. “Jadi tidak bisa seenaknya. Ada batasan-batasan yang harus kita patuhi,” tandasnya.

Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa proses menjadi orang bertakwa siap berinfak dalam keadaan berat apalagi ringan. Apalagi dalam dunia pendidikan, sepanjang dilakukan dengan niat yang ikhlas sesungguhnya kita sedang menjalankan peran-peran yang luar biasa. “Pendidikan adalah media potensial untuk memupuk amal-amal terbaik,” ungkapnya.

Visi kita adalah mencetak generasi cerdik cendikia. Akan luar biasa jika anak kita menjadi profesor, dokter, menteri, pejabat, tapi bisa juga baca Al Qur’an, hafal Al Qur’an, kemudian mengamalkannya.

Profesi guru harus kita syukuri. Jangan pernah sekalipun menyesal menjadi guru, karena sesungguhgnya sekarang kita adalah guru-guru terbaik. Pengalamannya membina di Ummul Quro, saat dibutuhkan 20 guru, yang daftar 300 orang. “Untuk masuk ke Ummul Quro, sangat ketat seleksinya, tapi kalau mau keluar silahkan kapan saja, karena kita tidak menginginkan orang yang kerja karena keterpaksaan.

Saya yakin sekolah-sekolah yang menanamkan kesungguhan tekad, pasti mengalami hal yang sama. Di Yayasan Ulin Nuha juga mestinya demikian. Semua yang ada di YUN adalah hasil seleksi. Tanamkan dalam diri kita, kita sedang memupuk amalan kita sendiri. Mungkin dari sisi salary belum ideal. Tapi yakinlah, bahwa pahala kita jauh lebih besar dari gaji kita.

Dari kesungguhan dan tekad yang kuat itulah, Alhamdulilah, di Ummul Qurro sudah ada 20 guru yang punya mobil, sudah ada guru yang penghasilannya 7 juta tiap bulan. “Kalau di sini belum, inshaa Allah, pahalanya lebih besar dari gajinya, dan segera menyusul,” ucapnya yang diamini para guru.

Alhamdulilah kita dengar prestasinya bagus. Peringkat satu di Kabupaten. Tapi ingat, suatu saat Allah pergilirkan, jika tidak memenuhi kualitas sebagaimana yang diharapkan Allah. Prestasi ini juga kemungkinan ujian dari Allah. Yang jelas, sepanjang memenuhi kualifikasi, kita tetap berada di tempat yang terbaik.

Ketika ada orang lain yang memiiki kualifikasi lebih, ia akan mendapatkan tempat terbaik. Jika kita lengah,akan tersalip orang lain. Sebagai lembaga, kita harus punya inovasi, karena lembaga lain pasti akan belajar dari kita. Kita harus lebih lebih jauh lompatannya! Kalau kondisi kita sama dengan tahun lalu, kita rugi.

Tidak ada istilah gagal atau sukses selama masih di dunia. Itu semua semu. Permainan saja. Yang hakiki nanti di akhirat. Jadikan ini wasilah masuk syurga. Apapun posisinya. Kalau sungguh-sungguh, hasilnya cuma segini, yang tak masalah. Karena kita yakin dibalik itu akan ada ganti yang Allah berikan.

Yakinlah jadi yang terbaik untuk posisi saat ini. Allah akan lebih banyak memberikan apresiasi.

 Ketika ada godaan saat kita bersungguh-sungguh, harus sabar.Mungkin belum rejekinya. Coba lagi dan coba terus. KITA HARUS YAKIN!

Ciri orang sabar itu tidak lemah moral, tidak lemah fisik, dan tidak statis. Itulah orang sabar. Kalau ada kesalahan diperbaiki. Salah bagian yang lain diperbaiki. Fisik kita harus fit. Bagaimana kita bisa mengajar dengan baik kalau sakit-sakitan?

Kemampuan berbahasa asing penting. Bahasa Arab atau Bahasa Inggris harus mulai dibiasakan. Biasakan perdengarkan bahasa Arab/ Inggris ke anak-anak. Yang praktis-praktis saja dulu. Tidak bisa tidak, ketika Islam bisa membawa prestasi bagus, umat Islam bangga. Jaga amanah ini. Ini bagian dari menjalankan amanah.

Sebagai pembina kita akan terus memberikan support untuk melakukan terobosan-terobosan. Termasuk mengupayakan kesejahteraan para guru dan karyawan.

 

author
One Response
  1. author

    pawie3 years ago

    Jazaakumullah khairan katsiran Ustadz atas taujihnya yang begitu dalam.
    Semoga Ustadz senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan Allah SWT untuk membimbing kami dan mengawal dakwah ini

    Reply

Leave a reply "Dr. Suswono, “Sepanjang Memenuhi Kualifikasi, Kita Tetap Terbaik”"