Ketika Anak Menulis Tentang Umi

4 comments 223 views

Ini adalah tulisan terpilih karya anak jurnalistik, nyaris tanpa edit. Bahasa masih orisinal. Semoga mereka semakin produktif, dan menjadi penyemangat anak-anak yang lain dalam menulis.

AISYAH ADZKA NISA

IMG_20150907_231447Umiku sosok perempuan penyabar dan penuh kasih sayang pada anak-anaknya. Aku selalu bangga pada umi, karena ia telah berkorban banyak pada anak-anaknya. Seharusnya umi jadi guru, tetapi tidak boleh sama abi, karena umiku patuh pada suami dia merelakan menghabiskan waktunya untuk mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Itulah yang aku bangga pada umi.

RIZKI AMALIA

IMG_20150907_232214Umiku seorang dokter. Setiap hari tidak selalu bersamaku, karena kesibukannya yang akan mengurus pindahan. Satu minggu di slawi, dan kadang dua minggu kadang di Solo. Apalagi nanti kalau umi sudah benar-benar pindah, di Solo bisa sampai satu bulan. Kalau umi pulang pasti bawa oleh-oleh.

Meskipun tidak setiap hari ketemu, tapi setiap hari Umi selalu menanyakan, “Lia sudah shalat?” Itu yang tidak pernah umi lupa tanyakan kepadaku. Umi punya 4 anak. Yang pertama Mbak Maryam, yang kedua Mas Jihad, yang ketiga Mas Umam. Dan yang keempat aku, Lia. Aku sangat sayang sama Umiku, walaupun aku anak angkatnya, umi tidak pilih kasih. Aku sudah dianggap sebagai anaknya sendiri, karena aku memang anaknya.

REZITA

IMG_20150907_231318Umi, Rezita sayang sama umi. Umi, Rezita ingin umi bahagia. Umiku seorang pedagang. Dia berjuang sekuat tenaga agar anak-anaknya hidup bahagia. Oya, umiku hobinya bersih-bersih rumah.

 

 

author
4 Responses
  1. author

    rudi3 years ago

    merinding saya baca tulisan mereka…

    Reply
  2. author

    Arie3 years ago

    Subhanallah, kalian luar biasa! Teruslah berkarya anak – anakku!

    Reply
  3. author

    ainun zairina3 years ago

    cerita nya sangat menyentuh hati
    yang paling mengharukan rizki amalia

    Reply
  4. author

    Ariez Win3 years ago

    Jadi kangen sama mereka… inget masa-masa dikelas 3A dulu. Selamat berjuang dan teruslah berkarya Mba Lia, Mba Aisy, Mba Echa, dan teman-teman yang lain. Ustadzah mencintaimu nak, Ustadzah yakin kalian akan menjadi orang yang SUKSES. Amin…

    Reply

Leave a reply "Ketika Anak Menulis Tentang Umi"