Real Mabit

1 comment 237 views
Real Mabit,5 / 5 ( 1votes )

DSC_0012

Ali Irfan memecah kebekuan peserta Mabit MI Luqman Al Hakim

Judul di atas spontan keluar begitu saja. Sejarahnya singkat. Seperti pada percakapan berikut!

Admin website ini pesan, “Nanti kalau kasih judul jangan Belajar dari Ibrahim ya.”

“Oke. Nanti saya kasih judul Belajar dari Ayahnya Ismail saja ya, hahaha….” kelakar saya.

Setegalnya (bukan seyogyanya, karena ini bukan Yogya, tapi Tegal) ini merupakan potret kegiatan Mabit MI Terpadu Luqman Al Hakim. Tapi pada akhirnya pemilihan judul jatuh pada Real Mabit, karena sebagian besar anak-anak suka bola.

DSC_0046

Ustad Khozin membuka lembaran sejarah Ibrahim AS

Sabtu malam di akhir bulan September kemarin merupakan Real Mabit akbar perdana yang diselenggarakan MI Terpadu Luqman Al Hakim. Mabit kali ini diikuti sekitar 300 siswa-siswi Luqman Al Hakim mulai dari kelas 4 – kelas 6. Acara ini ternyata mendapat respon antusias bagi anak-anak yang selama ini ternyata merindukan mabit di sekolah.

Mabit kali ini masih dalam suasana hari raya idul adha, karena bertepatan dengan hari tasyrik. Acara dimulai dengan tilawah, shalat magrib berjamaah, al ma’tsurat, makan malam, lanjut shalat isya berjamaah, diisi dengan ice breaking sebentar sebelum acara tausyiah Belajar dari Ibrahim yang disampaikan Ustad Nur Khozin.

DSC_0027

memecah ketegangan

Ustad Khozin menyampaikan tentangnya besarnya pengorbanan seorang Ibrahim. Pengorbanan itu ia lakukan karena kecintaannya kepada Allah Swt. Tercatat dalam sejarah, Nabi Ibrahim mengurbankan 1000 ekor domba ditambah dengan 300 ekor unta, karena kecintaannya dengan Allah. Bahkan Nabi Ibrahim pernah berkata, “Andai saja saya punya anak laki-laki, dan jika diizinkan oleh Allah, maka saya akan kurbankan anak laki-laki saya.”

Ungkapan itu ia ucapkan karena saat belum memiliki anak. Padahal usianya sudah senja. Oleh istrinya Sarah, Nabi Ibrahim diminta untuk menikahi Siti Hajar, agar bisa memiliki keturunan. Hingga akhirnya lahirlah Ismail.

Ismail tumbuh sebagai anak yang cerdas, saat usia anaknya 7 tahun, Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah agar mengurbankan anaknya Ismail. Kata-kata Nabi Ibrahim. Tapi karena ketaatannya kepada Allah tinggi, akhirnya ia pun merelakan Ismail untuk dikurbankan. Melihat keimanan Ibrahim yang begitu tinggi, ketika Ibrahim As hendak menyembelih Ismail, Allah langsung menggantinya dengan seekor domba.

Ada pelajaran luar biasa yang bisa kita ambil dari kisah Ibrahim, yakni tentang ketaatan hambanya kepada Allah. Jika sudah Allah yang memerintah, langsung ia laksanakan, meskipun harus mengorbankan putra semata wayang yang amat dicintainya.

***

Pukul 10 malam anak-anak istirahat, karena pagi sekitar pukul tiga pagi dibangunkan untuk melaksanakan qiyamul lail dan muhasabah. Merenungi tentang keberadaan Allah, tentang keberlimpahan nikmat yang Allah berikan, tentang orang-orang yang kita cintai, dan tentang mimpi besar meraih syurga-Nya.

DSC_0029

DSC_0032

author
One Response
  1. author

    pawie3 years ago

    bangun terus semangat pengorbanan seperti Nabi Ibrohim dan Ismail, semangaaaaaat ….

    Reply

Leave a reply "Real Mabit"