Munculnya Madrasah Dunia Berbenah

No comment 265 views

Oleh: Habib Junaedi

Masjid adalah tempat pertama untuk sekolah dalam peradaban kita. Masjid bukan hanya tempat ibadah

tetapi juga berfungsi sebagai sekolah. Di situ

kaum muslimin belajar membaca dan menulis , mengkaji Al-Qur`an, ilmu-ilmu syariat, bahasa dan bebagai cabang ilmu lainnya.
Di samping mesjid didirikan wahana belajar namanya kuttab sebagai tempat untuk mengajarkan baca-tulis, Al Qur`an, ilmu bahasa Arab serta olah raga. kuttab ini serupa dengan sekolah dasar di jaman sekarang.
Di samping tempat belajar masjid dan kuttab, ada lagi madrasah lanjutan dan sekolah tinggi, mirip dengan zaman ini. Biaya gratis untuk seluruh anak bangsa, bahkan disediakan makan, tempat tidur, belajar dan sarana ibadah. Dengan begitu setiap madrasah mempunyai masjid, ruang belajar, kamar tidur siswa, perpustakaan, dapur dan kamar mandi. Sebagian madrasah mempunyai lapangan olahraga di udara bebas dan nyaman.

araf hakim

Di Damaskus ada Madrasah Nuriyah yang didirikan oleh pahlawan besar, Asy syahid Nuruddin Zinki.
Di kota Haleb, ada madrasah Sya`baniyah, Utsmaniyah dan Khusruwiyah.
Contoh yang paling nyata dari lembaga pendidikan ialah Universitas Al Azhar. Universitas ini adalah masjid yang ruang depannya dijadikan tempat halaqah-halaqah belajar. Masjid ini dikelilingi (dari berbagai penjuru) kamar-kamar yang di sebut asrama sebagai tempat tinggal para mahasiswa dari setiap negeri. Ada asrama mahasiswa Syria, asrama mahasiswa Maroko, asrama Turki, asrama mahasiswa sudan, dan lain sebaginya. Mahasiswa Al Azhar sampai sekarang masih memperoleh beasiswa bulanan di samping pelajaran mereka yang gratis.
Kepala madrasah adalah ulama-ulama pilihan dan paling tersohor. kita jumpai seperti: Imam Nawawi, Ibnu Shalah, Abu Syama, Taqiyuddin as Subki, Imaduddin bin Katsir, dan lain-lain mengajar di Darul Hadis di Damaskus. Sedangkan Al Ghazali, As Syirazi, Imam Haramain, As Syasi, Al Khatib at Tibrizi, Al Qaswaini, Al Fairuz Abadi dan lain-lain mengajar di Madrasah Nizhamiyah di Bagdad.

Gaji
Pada permulaan Islam para pengajar tidak memperoleh gaji atas pekerjaannya. Namun seiring perkembangan zaman maka para pengajar mulai mempunyai gaji bulanan. sempat diprotes ulama-ulama negeri seberang, ketika Nizhamul Mulk mulai memberikan gaji, mereka berkumpul untuk mengadakan forum kelabu bagi ilmu. Di situ mereka memprihatikan lenyapnya ilmu dan barokahnya.

Ijazah
Tatkala sekolah-sekolah didirikan, siswa-siswa yang menamatkan pelajarannya di situ mulai mendapatkan ijazah keilmuan yang diberikan oleh syekh sekolah (menyerupai ijazah-ijazah ilmiah pada jaman kita sekarang).
Busana
Para pengajar biasanya punya lambang khusus yang membedakan mereka dari karyawan lain, yang terpenting di antaranya adalah jubah, surban dan penutup kepala.
Jubah yang menjadi ciri khas ulama dan pengajar mulai muncul pada masa dinasti Umayyah. Pakaian mereka di Andalus sedikit berbeda dari pakaian para ulama dan pengajar di Masyriq.
Persatuan Guru dan sertifikasi
Para guru mempunyai sertifikat dari ulama ahli. Serikat guru memilih sendiri ketuanya. Sultan tidak ikut campur dalam pemilihan ini kecuali jika terjadi perselisihan di antara para anggotanya (untuk mendamaikan).
Madrasah-madrasah seperti ini, khususnya lembaga-lembaga tinggi, telah memenuhi kota-kota dunia Islam dari ujung ke ujung. Sejarah menuturkan dengan penuh pengagungan terhadap sejumlah pemimpin kaum muslimin yang berjasa dalam mendirikan sekolah-sekolah di berbagai kota, antara lain :
Salahuddin al Ayyubi, mendirikan sekolah-sekolah di Mesir, Damaskus, Mausil dan Baitul Maqdis.
Nuruddin Zinki as Syahid, mendirikan empat belas sekolah dan lembaga pendidikan di suriah.
Nizhamul Mulk, Wazir kerajaan Seljuk membangun di Irak dan Khurasan sampai tempat terpencil.
Ibnu Amr mendirikan sekolah dan perputakaan di Jazirah Arabiah.

Ibnu Jabir, seorang pengembara Andalus sangat tercengang dengan fenomena di Masyriq. Begitu banyaknya sekolah lalu Ia mengajak putra-putra maghrib untuk belajar di Masyriq, terutama di Damaskus.
Sekolah-sekolah mempunyai banyak spesialisasi. Ada sekolah-sekolah yang khusus mengajarkan Al Qur`an, tafsir, penghafalan dan qiraat-nya. Ada sekolah-sekolah yang khusus mempelajari hadits. Juga ada sekolah yang khusus memperdalam fiqh (ini yang paling banyak). Bahkan di setiap mazhab mempunyai sekolah sendiri-sendiri. Ada sekolah-sekolah untuk pengobatan (kedoteran), dan sekolah untuk anak-anak yatim.
An Nuaimi, ulama abad ke-10 Hijriah menghitung sekolah di Damaskus : 7 sekolah Ilmu Al Qur`an, 16 sekolah Hadits, 3 sekolah Qur`an dan Hadits, 63 sekolah fiqh Syafi`i, 52 sekolah fiqh Hanafi, 4 sekolah fiqh Maliki, dan 11 sekolah fiqh Hanbali, dan lain-lain.

Dunia Islam dipenuhi sekolah pada saat yang sama Barat diliputi kebodohan dan kegelapan tidak ada tempat bagi ilmu kecuali sedikit di biara-biara para pendeta mereka.
Itulah keagungan yang dicapai umat Islam pada puncak kejayaannya. Betapa cemerlang sejarah peradaban kita bidang sosial dan lembaga-lembaga keilmuan. Juga betapa besar jasa Islam dalam menyebarkan ilmu, mengangkat martabat kebudayaan umum dan meluruskan jalan-jalannya bagi seluruh putera bangsa.

(disarikan dari tulisan syekh Mustafa as-siba’i, Peradaban kita)

author
No Response

Leave a reply "Munculnya Madrasah Dunia Berbenah"