Ikan Terbelah di Langit Luqman Al Hakim

No comment 216 views

Oleh Ali Irfan

“Ustad Ali!!!!” teriak anak-anak 5C sambil berlarian begitu melihat saya tiba sekolah. Anak-anak langsung menyerbu ruang guru. Mereka tak sabar dengan proyek yang akan segera dilaksanakan. “Sudah siap semua?” tanyaku sambil meletakkan tas dan melepas jaket.

“Sudah ustad. Dani bawa ikan lele satu ekor!” kata salah satu dari mereka.

“Hebat…” pujiku. “Iuran tiga ribunya sudah yang buat beli ikan?” Tanyaku lebih lanjut.

“Belum ustad,” kata mereka kompak.

“Ok. Kalau begitu kita ke kelas dulu.”

Tidak butuh waktu lama, uang iuran pun sudah terkumpul. Saya ditemani Farel Fredlian Nurdin segera menuju ke Pasar Trayeman untuk mencari ikan. Sementara yang lain bertugas menyiapkan kebutuhan yang diperlukan. Sekantong arang yang disiapkan Shafa sudah siap dibakar menjadi bara.

Transaksi pembelian ikan hanya sebentar saja. Tanpa menawar, 3 kilo ikan kami beli. Di dalamnya terdapat ikan kakap, sebagian ikan bawal, dan bonus seekor ikan kecil buat Farel Fred yang punya postur badan besar, hehehe…

Kegiatan ini merupakan manifestasi dari pembelajaran tematik pada Sub Tema 2, tentang organ tubuh pada hewan, dalam hal ini adalah ikan. KD 3.2 Mengenal organ tubuh hewan serta mendeskripsikan fungsinya.

***

Cress!!! Api menyala dari batang korek api. Sebentar kemudian asap kecil mengepul di samping pelataran parkir sekolah. Tak lama setelahnya api mati. Arang masih belum terbakar. Anak-anak putra kelas 5C masih berusaha menyalakan arang sampai menjadi bara. Mereka tak patah arang, meski sudah separuh batang isi korek api, tapi arang masih belum terbakar menjadi bara. Sebagian dari mereka berusaha mencari kertas, daun-daun kering, plastic, atau ranting-ranting yang bisa mempercepat nyala api.

araf hakim

Anak-anak praktek bedah ikan. (Foto Araf Hakim)

Tak jauh dari situ, terlihat segerombolan anak-anak putri yang tengah praktek membedah ikan. Ikan-ikannya lumayan besar. Ada dua jenis ikan yang dijadikan sebagai objek penelitian, ikan kakap dan ikan bawal yang masih utuh. Saya lebih dulu mencontohkan cara membedah ikan yang benar, sebelum akhirnya anak-anak mencoba membedah sendiri. Jujur saja, saya pun baru belajar membedah ikan saat di Pasar tadi. Saya menyaksikan langsung, pedagang ikan bagaimana teknik membedak ikan yang benar. Teknik itulah yang saya ajarkan kepada anak-anak 5C. Meski mulanya terlihat jijik, tapi lama-lama mereka enjoy, bahkan minta membedah ikan. Sampai akhirnya, puluhan ekor ikan terbelah di Langit Luqman Al Hakim.

Mereka keluarkan semua daleman ikan, mulai dari lambung, usus, kantong empedu, dan pankreas, sampai hati. Tidak hanya, melihat dari gambar di buku pelajaran, anak-anak bisa menyaksikan bahkan menyentuh langsung bagian-bagian organ dalam ikan tersebut.

araf hakim 1

DSC_0290

Seselai bedah ikan anak-anak bakar ikan. (foto Araf Hakim)

Ikan-ikan yang sudah terbelah, kemudian dibersihkan sebelum akhirnya dibakar. Fatih, Anton, dan Fadlan akhirnya berhasil juga membuat bara api. Ikan-ikan yang sudah dibersihkan dikuasi bumbu yang sudah disiapkan Yovanda. Aroma wangi ikan bakar sudah mengudara. Bahkan sempat menarik banyak perhatian anak-anak kelas lain, termasuk SMP IT Luqman Al Hakim.

Alluga, Gilang, Kenny dan Irdam mendapat tugas menjaga bara api tetap menyala. Dengan kipas kardus mereka berusaha menjaga agar api tetap menyala. Sesekali menjaga ikan yang sudah di atas bara api agar tidak gosong. Tak butuh waktu lama, ikan pun matang, dan siap disajikan dan dinikmati.

Ikan bakar yang dikemas di atas daun pisang diberikan kepada Ustad Wiyarso, selaku Kepala Madrasah. Seekor ikan bakar lagi diberikan kepada Ustad Wigiyatno yang telah banyak membantu menyediakan meja dan kardus bekas sebagai kipas. Selebihnya ikan bakar disantap bersama-sama. Rasanya, hmm…tidak mengecewakan, nikmatnya persis seperti ikan bakar!

author
No Response

Leave a reply "Ikan Terbelah di Langit Luqman Al Hakim"