Sukses Membedah, Anak-anak Lanjut Membakar

No comment 310 views

Pelajaran menulis paling mengasyikkan adalah ketika anak-anak MI Luqman Al Hakim merasakan langsung pengalamannya. Tak butuh waktu banyak, mereka ternyata begitu cepatnya menulis pengalaman hari ini.

Senangnya Bakar Ikan

Hari ini aku sangat senang karena bisa merasakan nikmatnya rasa ikan bakar yang dimasak sendiri. Lewat kegiatan ini aku juga bisa belajar tentang organ pada ikan, dan jadi tahu teknik membedah ikan dengan benar . Aku jadi mengerti organ ikan seperti kantong empedu, lambung dan yang lainnya.

Memang sih capek, tapi capek itu hilang setelah ikan bakar itu matang, dan kita menikmatinya bersama-sama. Ustad Ali dan teman-teman saling bekerja sama agar pekerjaan setelah kegiatan ini cepat selesai dan dibersihkan. Sungguh, ini hari yang indah, karena sudah merasakan ikan bakar yang rasanya enak. (Shafira Aulia Putri)

miluqmanalhakim_araf hakim

It`s time for eat. Saatnya makan. (Foto Araf Hakim)

Hanya Tersisa Tulang-tulang Ikan Saja

Pada hari Rabu, kelas 5C belajar membedah ikan, lalu ikan dibakar bersama-sama. Kita belajar untuk menambah pengetahuan, tidak sekedar makan-makan saja. Teman-teman iuran tiga ribu rupiah untuk membeli ikan di Pasar Trayeman. Ustad Ali dan Farel bertugas membeli ikan. Sepulang mereka berdua membawa pulang 3 kilogram ikan. Isinya 24 ekor ikan.

Anak-anak putri bertugas membedah ikan untuk dibakar. Setelah dibedah, ikan lebih dulu dicuci agar bersih. Setelah itu baru diolesi bumbu dan dibakar sampai matang. Anak-anak 5C pun menikmati ikan dengan lahap sampai habis, dan hanya tersisa tulang-tulangnya saja. Hehehe… (Alluga Lungit Febriansyah)

Takut Bedah Ikan, Padahal Ingin

Saat itu, kelas 5C mengadakan bakar-bakaran ikan. Selain itu juga membedah ikan sambil melihat-lihat isi dalam ikan. Pertama kelasku iuran masing-masing anak tiga ribuan tiap anak.

Saat ustad Ali dan Farel membeli ikan, kelas 5C pun langsung menyiapkan alat pembakar. Sebelum dibakar, kita mempraktekkan cara membedah ikan dengan benar, dan mengeluarkan isi daleman ikan yang sudah dibelah. Teman-temanku banyak yang mencoba praktek membedah ikan, seperti Yova, Putri, Nirina. Aku sendiri masih takut mencoba membedah ikan, padahal lumayan ingin. Mudah-mudahan nanti aku lebih berani lagi saat bantu ibu memasak ikan di rumah.

Setelah dibedah, ikan-ikan pun dicuci sampai bersih, dan dibumbui sebelum dibakar sampai matang. Sebagian teman-temanku, ada yang mencari alas daun pisang sebagai alas nampan.

Ikan pun siap dimakan.  Rasanya enak sekali. Anak-anak kelas 4C pun ikut mencicipi ikan bakar buatan kami. Termasuk juga kelas 5A yang diwakili Sekar sama Nina. (Hanifa Desti Safira)

Sempat Tertusuk Sirip Kakap

Kegiatan membedah ikan sangat menyenangkan seru sekali ketika membuka,menarik dan mengambil organ bagian dalam ikan. Aku memberanikan diri, meski sempat jijik untuk menarik bagian dalam ikan kakap. Gara-gara itu, tanganku dan sempat juga tertusuk sirip kakap. Yang paling seru adalah saat kita akan membakar ikan.

Oles-oles oles!…., aku dan beberapa  temanku asyik megoles bumbu pada ikan sebelum dibakar.

Akhirnya ikan bakar ala kelas 5C sudah matang. Saatnya untuk dinikmati. ..

Eits, ternyata, masih ada beberapa ikan di plastik yang belum dibakar. Sambil menunggu, aku dan beberapa teman menjaga ikan-ikan bakar agar tidak dihinggapi lalat. Sepertinya lalat-lalat itu ingin menikmati ikan bakar bersama kami, hehehe…

Alhamdulilah, selesai juga ikan-ikan dibakar semua! Enak juga ternyata ikan bakar buatan 5C. Ssst… ada menu baru seleain ikan bawal dan kakap bakar. Menu itu adalah…..Lele bakar! Aku sempat mencicipinya sedikit, karena rasanya agak pahit. (Tentu saja pahit, karena aku makannya bagian yang gosong, hehehe…)

Itulah pengalamanku yang sangat lezat. Pelajaran yang bisa aku ambil dari membedah ikan adalah hati-hati ketika membelah ikan ya…. (Tsabita Maula Izzati)

 Ternyata Ada Ikan Makan Ikan

Rabu, 20 Januari 2016, aku dan teman-teman di kelas 5C melakukan pembedahan ikan. Membedah ikan itu asyik.  Meski aku tidak sempat membedah, tapi aku sempat menarik organ dalam ikan kakap, sampai tanganku tertusuk sirip ikan kakap. Selain ikan kakap, ada juga ikan bawal yang ikut dibedah dan dibakar.

Ada satu ikan kakap yang waktu dibelah dan dikeluargan organ dalamnya ada dua ikan kecil dalam perutnya. Sepertinya ikan kecil itu yang dimakan kakap tersebut. (Kalau ikan makan ikan namanya Karnivora apa Omnivora ya, teman-teman?)

Beberapa ikan yang sudah dibakar juga ternyata menarik perhatian lalat-lalat yang tampak lapar. Beruntung kami segera menutupi ikan bakar matang dengan daun pisang. Calista, Adinda, PUtri, Safa, Irdan, Kenny, dan Alluga lah yang mencari daun pisang. Eh, tahu nggak teman-teman, ternyata ada satu jenis ikan selain bawal dan kakap bakar. Ikan itu  yang dibawa Dani, dan cuma seekor. Ikan itu adalah ikan lele bakar.

Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. It’s time for eat! Singkat saja, ikan bakar pun langsung diserbu, sampai kelas-lain ada yang kepengin. Akhirnya kita kasih sebagian ikan bakar untuk mereka nikmati. Hitung-hitung sedekah, dan ikan yang kita makan menjadi berkah. (Dinda Raida Atifa)

author
No Response

Leave a reply "Sukses Membedah, Anak-anak Lanjut Membakar"