Cup Cake Istimewa

No comment 166 views

Oleh Hilma Hakim

Kelas 4A MI Luqman Al Hakim

Namanya Alisa. Biasa dipanggil Isa. Ia tinggal di sebuah rumah sederhana bersama ibu tercinta. Tahun lalu Isa mau ngasih kejutan dengan membuatkan ibu cup cake di hari ulang tahunnya.Tapi pas lagi buat cup cake-nya hangus. Tahun ini rencananya ia ingin ngasih cup cakelagi di hariulang tahun ibu kali ini.

Hari pertama Alisa mulai melakukan percobaan membuat cup cake.

“Bahan-bahan sudah siap semua. Tapi kok kayak ada yang kurang ya…” sejenak Isa berpikir, “Oya, gula halus!”

Isa berlari ke dapur untuk mengambil gula halus yang ada di almari.

“Yes, lengkap semua bahannya. Saatnya membuat kue.”

Isa pun mulai membuat cup cake. Membuat adonan, sampai memanggang ke dalam oven. Beberapa menit kemudian, cup cake istimewa buatan Isa jadi. Horeee…!

Isa sangat senang dan mencicipi cup cake buatannya.“Yes, enak!” Isa berteriak riang.

Dua hari kemudian, tepat hari ulang tahun ibu. Ini kesempatan untuk membuat kejutan untuk ibu.

Isa ke dapur untuk membuat adonan cup cake. Pintu dapur Isa tutup rapat-rapat, biar tidak ada yang mengganggu. Selesai membuat adonan, Isa pun memasukan adonan ke dalam cetakan dan dimasukkan kedalam Loyang. Sebelum dimasukkan oven.

“Alisa, sedang ngapain di dapur?”

“Ups!” itu ibu.Buru-buru Isa keluar membuka pintu. Dan mencoba mengalihkan perhatian ibu agar tidak masuk dapur. Isa ajak ngobrol kesana kemari. Sengaja tidak Isa kasih tahu tentang apa yang Isa sedang lakukan di dapur tadi.

Tapi obrolan kami terhenti setelah ada aroma hangus.

“Kok bau gosong ya,” kata Isadalam hati.

“Astgahfirullahaladzzim! Cup cakeku!”

Segera Isa berlari meninggalkan ibuke dapur. Ibu Isa mengikutinya ke dapur.

Isa buka oven itu.Cup cake kejutan ibu gosong semua!

“Yah, hangus.Isasebenarnya mau buat kejutan buat ibu bikin kue ini.Tapi….”

“Sudah, jangan menangis. Meski hangus ibu suka kok, kamu sudah berusaha membuat ibu bahagia dengan memberi kejutan.”Ibu menenangkan dan mencoba menghiburku.

“Maafkan Isa ya, Bu.”

Besoknya Isa kembali membuat cup cake. Kali ini Isa lebih hati-hati. Sampai akhirnya cup cake istimewa itu jadi. Isa berlari kekamar ibu sambil membawa cup cake.

“Selamat ulang tahun ibu,” kata Isa.

“Terima kasih, nak.”Ibu menangis terharu sambil memeluk Isa.

author
No Response

Leave a reply "Cup Cake Istimewa"