Tukar Kado; Belajar Menghargai sebuah Pemberian

No comment 363 views

tukar kadoTangan Aldo memutar-mutar kado yang terbungkus koran. Kado di tangannya akan berpindah tangan. Pemilik nama lengkap Muhammad Arif Aldafa ini memang sudah menyiapkan kado spesial yang akan ditukar dalam acara tukar kado bersama teman-temannya sesama kelas 6 di Objek Wisata Guci 23-24 Mei yang lalu. Sebanyak 96 anak-anak kelas 6 MI Terpadu Luqman Al Hakim memang telah menyiapkan kadonya masing-masing
Acara tukar kado memang menjadi satu rangkaian mendebarkan. Sangat manusiawi ketika sebagian besar anak-anak mendambakan kado yang lebih bagus, lebih besar, bahkan lebih berat. Tapi terlepas dari itu, mereka sejatinya belajar banyak hal tentang arti sebuah keikhlasan. Mereka belajar menghargai sebuah pemberian, dan  mensyukuri sebuah penerimaan. Bukan dari besar kecilnya kado, bukan pula dari harga, tapi dari nilai sebuah kenangan yang tak terlupakan dari seorang teman.
Sejenak kemudian kado itu berpindah tangan searah jarum jam. Kado-kado bergerak sesuai iiringan nyanyian yang dipandu Ustad Araf. Lagu burung kakak tua yang dinyanyikan tiap kata ,menjadi penanda pergeseran kado.
“Burung….” Kado berpindah dari satu tangan ke yang lain.
“Kakak…” kado bergerak berpindah tangan.
“Tua…” lanjut berpindah ke tangan sebelahnya.
Tempo nyanyian sengaja dibuat lambat, agar makin menambah penasaran. Ketika mereka mengira putaran sudah selesai, sebagian ada yang protes karena belum mendapatkan kado sesuai yang diinginkan, mereka meminta, perputaran dilanjutkan!
Sang instruktur pun mengiyakan permintaan itu, karena memang permainannya belum selesai.
“Nemplok…”
“Di jendela…”
“Kakek…”
“Sudah..”
“Tua..”
“Giginya…” perputaran semakin tegang
“Tinggal…” kembali kado berpindah satu ke tangan yang lain.
Anak-anak kembali bersiaga untuk memindahkan kado ke tangan yang lain. Tapi sikap siaganya tiba-tiba pudar ketika ustad Araf mengatakan, “Ya, sudah, kadonya ditinggal di situ. Itulah kado yang kalian dapatkan!”
Suasana gerr… menghiasi akhir dari acara tukar kado. Mereka yang penasaran langsung merobek kertas koran pembungkus kado. Robeknya kertas akan menjawab rasa penasaran isi kado apa yang mereka dapatkan. Beragam ekspresi terlihat di wajah anak-anak. Nuha seketika meluapkan ekspresi kebahagiaan saat mendapatkan sepasang sandal jepit, demikian pula dengan Hanan Yahya, yang tak kalah bahagia mendapat sandal jepit. Baik Nuha maupun Hanan terlihat begitu bahagia karena hadiah yang ia dapatkan sesuai dengan doanya. “Moga-moga dapat sandal jepit,” begitu doa keduanya.
Lain lagi dengan yang dialami Zahid dan Irsyad. Zahid seketika menampilkan ekspresi konyol, manakala kado yang ia buka ternyata berisi tas kecil pembungkus mukenah. Ia pun langsung memeragakan ibu-ibu hendak belanja ke pasar menggunakan tas mungil tersebut.
Sementara Irsyad, juga menampakkan senyum manisnya dengan terpaksa. Tangan kanannya memegang dua buku tulis dan penggaris, sementara tangan kirinya memegang gantungan kunci. “Modal empat puluh ribu, dapat hadiah sepuluh ribu,” katanya dengan ekspresi kecewa. Tapi ia  mencoba menguatkan diri sambil menata hati bahwa itulah rezekinya hari itu. Ia main-mainkan, gantungan kunci tersebut, dan tanpa sadar setelah gantungan kunci itu dipencet ternyata bisa menyala! Irsyad pun menghapus rasa kecewanya, dan wajahnya kembali berubah ceria!

author
No Response

Leave a reply "Tukar Kado; Belajar Menghargai sebuah Pemberian"