Serunya Guru-guru Bermain Game

4 comments 229 views

miluqmanalhakim.com -SLAWI- “Sesi pertama kita akan bermain cermin perkenalan. Cara memainkannya masing-masing berpasangan. Satu berperan sebagai cermin, satunya lagi sebagai orang yang bercermin. Setiap gerakan yang bercermin, harus diikuti oleh cermin. Ingat gerakan cermin adalah berbanding terbalik. Ketika menggerakan tangan kanan, maka di cermin, tangan kiri yang bergerak.”

DSC_0306

Itulah suasana sesi perkenalan dalam acara Family Fun Day keluarga besar Sekolah Islam Terpadu MI LUqman Al Hakim. Suasana gembira terpancar pada wajah-wajah keluarga besar MI Luqman Al Hakim. Saat sesi perkenalan, masing-masing peserta mengundang tawa dari peserta lain. Momen ini terjadi saat acara Family Funday yang berlangsung di Objek Wisata Cacaban.

Konsep yang diterapkan adala acara itu adalah Full totally games! Sepenuhnya permainan. Ini sangat bagus sebagai momen saling mengakrabkan di tengah kepenatan dan rutinitas kerja sehari-hari. Kebersamaan dengan keluarga, saling mengenal dengan pasangan relasi pengajar, berserta anak-anaknya, adalah tujuan yang diciptakan dalam FFD (Family Fun Day).

DSC_0328

Ada yang sangat menarik dari permainan. Guru-guru yang biasanya tampil sebagai instruktur, saat itu mereka beralih peran sebagai peserta. Ali Irfan, misalnya, biasa beri game-game dan memandu permainan, begitu menjadi peserta games, hampir tidak pernah menang di setiap pertandingan. “Benar-benar beda,” ungkapnya.

Beberapa game yang dimainkan beregu adalah mendistribusikan karet gelang dengan sedotan yang ditempelkan mulut, memindahkan kelereng dengan potongan pipa paralon ukuran 30 cm, dan yang tidak kalah seru adalah permainan benar salah yang membutuhkan strategi, analisa, dan kecepatan tim dalam bergerak.

DSC_0187

Puas dengan game-game yang mengundang gelak tawa, acara dilanjutkan dengan makan bersama. Menu mujaher goreng kering, disajikan dengan lalapan mentimun, daun kol, dan daun ubi menambah sensasi kelezatan yang tak ternilai. Sambal tomat yang pedasnya bikin nangis dan pengin nambah. Selesai makan-makan, sebagian ada yang menikmati keindahan waduk cacaban, mengitari pulau dengan perahu, memancing, sekaligus tadabur alam, betapa indah karunia Allah yang tak ternilai.

Iseng-iseng bicara dengan pemilik perahu, kami menemukan satu temuan menarik, ternyata waduk cacaban ini dibangun pada masa Soekarno, dengan mengosongkan 7 desa, membangun benteng-benteng, membuat bendungan air di sungai, lalu mengalirkannya ke 7 daerah yang kini dipenuhi dengan limpahan untuk kehidupan masyarakat sekitar.

author
4 Responses
  1. author

    raufa4 years ago

    Seru.

    Reply
  2. author

    Al-Farisi4 years ago

    Foto-foto yang lainnya mana tad? MAU dong… ^_^

    Reply
  3. author

    admin3 years ago

    fotonya kurang banyak!!!!!!!

    Reply
  4. author

    Alumni3 years ago

    seru juga yah kalau ikut!

    Reply

Leave a reply "Serunya Guru-guru Bermain Game"