Momen Tak Terlupakan Kelas 6

5 comments 215 views

“Wauw, cuacanya dingin. Kita seperti lagi di Guci ya,” kelakar saya memecah kedinginan.

“Memang lagi di Guci!!!” teriak anak-anak kompak bercampur geramI

Segar, ceria, dan lepas terpancar pada wajah anak-anak kelas VI MI Luqman Al Hakim. Selang sehari setelah ujian selesai, mereka mengikuti acara rihlah di Objek Wisata Guci pada 27-28 Mei 2015 . Bukan acara perpisahan, tapi semacam acara yang dikemas untuk kembali menyegarkan pikiran setelah mengikuti ujian.

Untitled

Belajar maksimal sudah mereka lakukan. Pertarungan sudah mereka lewati. Tinggal menunggu hasil ujian yang, Inshaa Allah, juga memuaskan. Ibarat komputer, jika terus menerus dipakai, tentu perlu refresh, demikian pula otak. Perlu penyegaran!

Rangkaian acara di Guci kemarin adalah tukar kado, pemotretan, shooting, outbound, pentas seni kreativitas anak-anak. Sesi pertama adalah pemotretan yang memanfaatkan magic moment, selepas ashar. Mental mereka saat tampil di depan kamera diuji. Meski sudah sangat terbiasa selfie, tapi dipotret layaknya model dan disaksikan seratusan pasang mata, mereka tampak malu-malu. Tapi inilah letak keseruan sesi pengambilan gambar. Rasa malu-malu, canggung, dan kepolosan mereka itulah yang sebenarnya mau diabadikan! Nah lho!

Malam harinya adalah tukar kado yang dikemas lewat soft game. Anak-anak duduk melingkar, sambil menyanyi naik-naik ke puncak gunung, kado-kado bergeser sampai beberapa putaran. Antara lagu dan kecepatan pergeseran kado harus selaras. Satu putaran lagu selesai, eh, ternyata kembali ke kado sendiri. Lagu kembali dinyanyikan. Saya menyaksikan ekspresi penuh harap mereka ; mendapat kado yang besar begitu ada instruksi stop. Sampai akhirnya, masing-masing menerima putaran kado terakhir. Yang mereka terima terakhir kali itulah kado yang mereka dapatkan. Tapi ada satu anak yang megang kado sendiri. Ini terjadi karena sempat terjadi beberapa penumpukan kado pada satu titik, sehingga kado dibagi acak.

Ustad Araf mengusulkan kembali menyanyikan lagi. Ide bagus. Saya sepakat!

“Biar nggak ada kado yang punya sendiri, nyanyinya diulang. Kali ini biarkan ustad Araf yang nyanyi saja,” katanya.

Ekspresi mereka ada yang senang, ada yang kecewa. Senang karena saat itu mereka dapat kado kecil. Kecewa karena kado terakhir yang mereka terima adalah besar. Jika bergerak satu putaran saja, maka kado itu akan berpindah.

“Baik, ustad akan nyanyi lagu reff nya saja,”

“Kiri…!” nyanyi ustad Araf dengan semangat. Berharap ada lanjutan lagu menjadi kiri kanan kulihat ada banyak pohon cemara, ternyata itu nggak keluar dari Ustad Araf. Secara mengejutkan, ustad Araf hanya menyanyikan satu kata dari reff naik-naik ke puncak gunung!

“ Sudah??!” Tanya anak-anak penasaran

“Ya sudah!” kata ustad Araf. Suasana gerr! Faris yang semula dapat kado besar, berubah jadi kado kecil yang isinya bisa ditebak pulpen tiga biji. Yang semula dapat kado kecil, dapat kado besar.

***

Jam 3 pagi, sebagian dari kami ada yang menyempatkan mandi di pancuran 13. Suasana pagi yang dingin, mendadak hilang saat berendam di kolam air panas. Satu jam lamanya, memanjakan diri di pemandian air panas. Shalat subuh pun dijalani dengan badan sudah segar! Shalat subuh selesai dilanjutkan dengan tilawah, sarapan, dan persiapan outbound.

Pagi yang benar-benar fresh!

Mereka semangat mengikuti sesi outbound, mulai dari tes konsentrasi, kerjasama, kecepatan, maupun energizer, game pembangkit semangat! Game-game yang saya pandu antara lain

Tepuk satu- anak-anak tepuk sekali.

Tepuk dua – anak-anak tepuk dua kali.

Tepuk tiga – anak-anak tepuk tiga kali!

Satu, pegang hidung. Dua, pegang kedua telinga. Tiga, tangan kiri pegang hidung. Tangan kanan pegang telinga.

Game kedua adalah permainan salah benar. Itu adalah kata kunci bergerak. Ketika saya meminta bergerak kearah tertentu, jika pakai kata kunci salah benar, maka gerakan pertama adalah gerakan yang sebaliknya. Sementara gerakan kedua gerakan yang benar. Kata kunci semakin bertambah, menjadi tiga, bahkan sampai lima kata. Bisa benar-benar salah, salah benar-salah benar, atau benar salah salah benar salah.

Game ketiga adalah kecepatan membentuk kelompok sesuai instruksi! Saya bercerita yang endingnya adalah angka! Begitu selesai cerita, anak-anak yang bergerombol langsung membentuk kelompok! Anak yang tidak kebagian kelompok mendapat hukuman dipolesi bedak bayi.

Game keempat adalah stop walk! Ketika saya bilang walk, anak-anak berjalan. Ketika bilang stop, anak-anak berhenti.

Game kelima adalah Samson Delilah! Ingin tau serunya permainan ini, silahkan temui saya di sekolah, hehehe….

***

Acara puncak adalah pentas seni. Masing-masing kelas menampilkan pementasan terbaik. Ada yang dance, menyanyi, menggubah lagu, sampai drama komedi. Wali kelas 6 yang terdiri dari Ustaz Daiman, Ustadzah Oema, dan Ustadzah Yuniar tampil duet menyanyikan lagu Kemesraan, yang mengisahkan kebersamaan antara mereka dengan anak didiknya.

Ustadzah Hebat, Tri Sukmasari Hakim menyampaikan pesan penuh haru pada pertemuan itu. Saya menangkap kesan betapa ia benar-benar mencintai sepenuh hati para anak didiknya. Sekilas saya mencatat poin penting yang disampaikan ustadzah yang biasa dipanggil Oema.

Kalian adalah anak-anak luar biasa. Ini bukan perpisahan tapi pertemuan terakhir kalian di kelas 6. Silaturahim harus tetap terjalin meski kalian telah belajar di sekolah lain yang lebih tinggi. Kalian tetap murid ustdazah, karena bagi kami, tidak ada bekas murid. Tidak ada bekas guru. Kalian sudah kuanggap anak-anak ustadzah! Kalian yang meninggalkan sekolah, bukan sekolah yang meninggalkan kalian.

Tanpa sadar mendengar sambutan ustadzah Oema terlihat beberapa pasang mata anak berkaca-kaca. Air mata mereka seakan menyiratkan makna, betapa bersyukur dan beruntungnya kami memiliki guru yang sedemikian besar cintanya kepada muridnya. Bahkan kita dianggap sebagai anak sendiri.

Saya yakin, ini menjadi peristiwa paling dirindukan, momen paling diingat sampai kapanpun bagi mereka. (Ali Irfan)

author
5 Responses
  1. author

    Hazimatul Aisyah3 years ago

    Seru acaranyaaa (y)

    Reply
  2. author

    Al Faris3 years ago

    tadz, videonya oh,,,

    Reply
  3. author

    Aku tidak akan menyebutkan namaku Raafi3 years ago

    sayangnya di penginapan sama dibusnya ga ada wifi -_-” :3

    Reply
  4. author

    Al Faris3 years ago

    tadz, videony ada gak tadz? di youtube namanya apa tadz??

    Reply
    • author
      Author

      admin3 years ago

      belum selesai Ris. Insya Allah nanti dibagi bareng ijazah

      Reply

Leave a reply "Momen Tak Terlupakan Kelas 6"