Pesan Dalam Telepon

No comment 124 views

Oleh : Syafira Az Zahra  Kelas 3A Mi Luqman Al Hakim

Ku buka album biru, penuh debu dan usang, kupandangi semua gambar diri. Putih bersih belum ternoda….

Melodi tengah belajar di kamar. Lagu ‘Bunda’ Melly Goeslaw menemaniya. Sedetik kemudian, handphonenya bergetar. Ada panggilan masuk. Nenek Melodi menelepon.

“Assalamualaikum, Melodi…” suara nenek terdengar dari seberang.

“Nenek… Melodi kangen banget sama nenek!”

“Kok salam nenek belum dijawab, sayang?”

“Eh, iya, Waalaikumusalam. Nek, aku kangen sama nenek. Kapan nenek mau ke rumah?”

“Nah, begitu dong cucu nenek yang salehah. Ini nenek telepon mau kasih tau kalau nenek mau ke rumah Melodi. Nenek juga kangen sama cucu nenek yang paling cantik.”

“Asyik…, eh, alhamdulilah…”

“Iya, nenek Insya Allah besok berangkat jam 8,” kata nenek.

“Oke, nek.”

“Oya, nenek punya satu pesan buat Melodi.”

“Ya, nek. Iya nek. Apa pesannya?” tanyaku penasaran. Melodi tidak sabar ingin tahu pesan nenek.

“Dengarkan baik-baik pesan nenek, Melodi kan sudah besar. Sudah kelas lima. Shalatnya harus rajin ya 5 waktu, sama harus giat belajar, biar cita-cita Melodi tercapai, dan Melodi bisa sukses,”

“Baik, Nek. Insya Allah Melodi akan patuhi pesan-pesan nenek.”

“Itu saja, pesan Nenek. Sampai ketemu ya… Assalamualaikum.”

“Iya, Nek. Waalaikumusalam.”

Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Melodi mengantuk. Tidak kuat lagi melanjutkan belajar. Akhirnya Melodi memilih tidur.

***

Entah kenapa waktu berjalan cepat sekali. Matahari sudah terbit. Hari ternyata sudah pagi. Melodi segera ambil air wudlu untuk shalat subuh. Selesai shalat, dan berdoa, terdengar suara ketukan pintu depan rumah. Melodi melangkahkan kaki.

“Nenek? Kok nenek secepat ini datang ke rumah?” Tanya Melodi terkejut. Nenek hanya tersenyum. Wajah nenek terlihat bersih. Bahkan kelihatan lebih sehat dan bugar.

“Mari masuk, Nek.”

“Melodi, masih ingat pesan nenek dalam telepon kan?”

“Iya, nek. Melodi nggak akan lupa.”

Nenek tersenyum. Setelah itu nenek beranjak pergi meninggalkan Melodi tanpa mengatakan pesan apa-apa lagi. Melodi memanggil nenek, tapi nenek tetap saja melangkah pergi. Melodi ingin mengejar nenek, tapi kakinya seperti tertahan.

“Nenek!!!”

“Melodi, kamu mimpi ya. Ayo, bangun sudah pagi. Shalat subuh dulu sana,” Mama membangunkan Melodi.

Ya Allah, nenek baru saja datang kok malah pergi. Ternyata aku bermimpi, Melodi membatin.

Hari ini Minggu. Melodi gembira, karena nenek hari ini akan datang ke rumah. Ia perlu menyampaikan berita ini kepada mama. Agar mama bisa menyiapkan semuanya untuk menyambut nenek.

“Mah, kata Nenek, hari ini nenek mau ke rumah. Berangkat dari sana jam delapan. Terus nenek berpesan kepadaku. Tapi pesannya rahasia, hehehe…”

Sambil menunggu nenek datang, Melodi mandi dan memakai baju warna hijau. Dia terlihat cantik memakai bando pemberian ayahnya kemarin.

“Kok sudah jam delapan lebih, kok nenek belum datang juga ya,” Melodi masih sabar menunggu. Mungkin sebentar lagi, katanya.

“Mamah, ini sudah mau jam sepuluh, kok, nenek belum datang-datang juga,” Tanya Melodi kepada mamanya.

Sebentar kemudian, terdengar nada panggil dari HP mama. Begitu menerima panggilan telepon, mama hanya terdiam mematung. Air matanya basah. Lirih terdengar dari mama, kalimat istirja’ innalilahi wa inna ilaihi raji’unn….

Air mata Melodi ikut-ikutan basah. Melodi langsung memeluk mama. Ia baru saja kehilangan nenek tercinta yang selama ini menyayangi Melodi.

author
No Response

Leave a reply "Pesan Dalam Telepon"